Menhub Budi Karya Sumadi minta kepada PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) untuk menciptakan cara baru agar kegiatan logistik di pelabuhan menjadi lebih baik, lebih efisien, lebih murah dan lebih mudah.
“Saya minta PT. Pelindo II sebagai operator untuk terus meningkatkan pelayanannya, seperti hari Sabtu dan Minggu harus buka layanan, sistem IT terintegrasi antara Kemenhub dan Pelindo, dwelling time maksimal 3 hari dan tidak boleh double handling,” kata Budi Karya pada acara Pelabuhan Port Run 2017, di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Menhub menyatakan ingin menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan percontohan serta perubahan agar dapat meningkatkan daya saing nasional. “Ini bagian dari langkah transparansi kita yang ingin menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai contoh tempat perubahan. Kita ingin Tanjung Priok menjadi lebih mudah, murah, bersahabat sehingga dapat meningkatkan daya saing secara nasional,” ujar Menhub Budi.
Untuk itu, Menhub menugaskan Otoritas Pelabuhan dan PT. Pelindo II saling bekerja sama untuk membuat Pelabuhan Tanjung Priok menjadi lebih maju.
“Bersama ini saya menugaskan Otoritas Pelabuhan dan PT. Pelindo II untuk dapat bekerja sama menciptakan cara baru karena 50% pergerakan barang ada di sini (Pelabuhan Tanjung Priok),” jelas Menhub Budi.
Makanya, ujar Menhub Budi Karya, pihaknya telah melakukan pergantian terhadap sejumlah pejabat di jajarannya untuk menempati pos baru di pelabuhan Tanjung Priok. Misalnya Kepala OP Tanjung Priok, dan Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok.
Menyinggung mengenai dwelling time kapal disisi laut, Menhub menyatakan bahwa Kemenhub pun terus berupaya untuk bagaimana menjadikan ‘zero waiting time’ untuk kapal, sehingga nantinya kegiatan di pelabuhan Tanjung Priok, baik di sisi laut dan sisi darat tidak ada lagi yang menunggu berlama-lama. (***)


























