Setiap hari ratusan orang calon penumpang keluar masuk pelabuhan Raha, pulang maupun pergi dari dan ke Kendari-Muna.
Tak hanya siang hari, namun malam hari pun para penumpang kapal masih terus berdatangan untuk naik maupun yang turun dari kapal.
Apalagi pada saat angkutan Lebaran, arus penumpang akan melonjak tajam di pelabuhan ini. “Kalau Lebaran pelabuhan Raha dipadati pemudik. Setiap hari bisa ribuan orang lewat pelabuhan ini,” kata Ka UPP kelas II Raha, Taufan Eka Putra, kepada Ocean Week, saat mendampingi Yossianis Marciano, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PT Pelni, melihat kapal Gandha Nusantara 19, Jumat (7/4/2023).

Bahkan terkadang saat angkutan lebaran, pihaknya terpaksa menambah kapal, mengingat padatnya penumpang.
Hari Jumat sore (7/4), sekitar jam 16.00 Wita, suasana pelabuhan Raha tampak ramai. Panas terik mentari sangatlah menyengat ketika rombongan direktur PT Pelni Yossianis Marciano yang didampingi Dicky (kepala cabang PT Pelni Bau-bau, termasuk Ocean Week tiba di pelabuhan Raha.
Waktu itu, selain kapal expres yang baru sandar menurunkan penumpang, juga terlihat kapal Gandha Nusantara 19, kapal Roro, dan kapal tol laut Sabuk Nusantara 113, sedang bersandar di pelabuhan Raha.
Untuk kapal milik Pelni yang ‘mampir’ ke pelabuhan Raha adalah KM Tilongkabila. KM Tilongkabila sendiri melayani rute Bitung, Gorontalo, Luwuk, Kota Kendari, Raha (Kabupaten Muna), Kota Baubau, Makassar, Labuan Bajo, Bima, Ampenan (Lembar), dan Benoa (Denpasar). Perjalanan laut tersebut memakan waktu 1 hari 3 jam.

“Kapal Tilongkabila di Raha hanya singgah sebentar, untuk kemudian melanjutkan ke kota tujuan lainnya,” ungkap Yossi.
Menurut Yossi, melihat ramainya masyarakat pengguna angkutan laut dari dan ke Raha, dirinya terpikir jika ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi PT Pelni untuk masuk ke wilayah ini dengan menyiapkan kapal khusus pada rute Raha-Kendari-Baubau. “Potensinya ada, kenapa kita (Pelni) nggak mencoba masuk ke wilayah ini,” ujarnya kepada Ocean Week salam perjalanan menggunakan kapal ekspres Raha-Baubau.
Ketika melakukan perjalanan dari Bau-bau ke Raha menggunakan kapal ekspres, penumpang sangatlah padat. Begitu pula saat kembali dari Raha-Baubau, penumpang penuh sesak.
Di kedua pelabuhan tersebut, Bau-bau dan Raha, terlihat posko angkutan Lebaran juga sudah siap dalam rangka angkutan lebaran.
Taufan menambahkan, pada musim angkutan Lebaran, pihaknya sudah mengantisipasi, kalau penumpang ‘membludak’ akan ditambah kapal.
Dia menghimbau kepada calon penumpang kapal supaya tertib. Hal itu karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kendalanya di musim angkutan Lebaran, penumpang sering memaksakan naik kapal walau sudah melebihi kapasitas,” katanya.
Dia berharap masyarakat pengguna jasa kapal laut agar memikirkan keselamatan. “Kami berharap kenyamanan dan keamanan menjadi lebih utama,” katanya. (**)






























