Dirjen Perhubungan Laut Capt. Antoni Arif Priadi menyatakan bahwa kapal MV. Seaspan Lumaco yang mengalami insiden saat mau sandar baru-baru ini sehingga berakibat mengalami kebocoran sudah berhasil keluar dari dermaga terminal petikemas pelabuhan Panjang Jumat pagi ini.
“Kapal Seaspan Lumaco sudah nggak ada di dermaga, sudah layak laut, dan sudah dievakuasi keluar,” kata Capt. Arif menjawab Ocean Week, di Jakarta, Jumat pagi.
Berdasarkan informasi kiriman video yang diperoleh dari PT Pelindo Regional 2 Panjang, bahwa kapal Seaspan Lumaco sudah berhasil keluar dari dermaga petikemas pada jam 09.55 wib, dibantu dengan tiga kapal tunda.
“Jadi, hari ini (Jumat, 22/12) kegiatan di dermaga petikemas sudah normal kembali. Kapal-kapal yang sempat mengantri untuk sandar sudah bisa dilayani,” ujar Imam Rahmayadi, GM Pelindo Regional 2 Panjang kepada Ocean Week, Jumat pagi.
Dengan keluarnya kapal MV. Seaspan Lumaco dari dermaga petikemas, maka tak ada lagi kapal mengantri, dan sudah bisa sandar.

“Mestinya sudah dari kemarin kapal Seaspan Lumaco diatasi, namun karena ada hal yang perlu diselesaikan, sehingga baru Jumat pagi kapal bisa keluar, saat ini dermaga sudah clear,” kata Imam.
Imam juga mengatakan, Pelindo Panjang akan terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada semua pengguna jasanya, bukan hanya pelayaran, namun semua stakeholders.
Sebelumnya Ocean Week memperoleh informasi dari pelayaran Tresnamuda Sejati bahwa akibat insiden kapal Seaspan Lumaco, ada tiga kapal yakni MV.RENJIAN, MV.TMS GLORY, dan BG MMSS terpaksa mengantri untuk sandar.
“Kami berharap kejadian ini tak berulang kembali. Ini menjadi kado akhir tahun buat Pelindo Panjang,” ungkap sumber di Pelayaran Tresnamuda Sejati.
Sementara itu, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang Amrul Adriansyah mengungkapkan tumpahan minyak akibat insiden kapal petikemas yang membentur fasilitas dermaga di TPK Panjang, sudah bisa diatasi.
“Ada tumpahan minyak namun tidak banyak dan sudah cepat ditangani oleh Pelindo Panjang dengan mengeluarkan peralatan oil boom-nya sehingga tidak menyebar kemana-mana. Dan sudah juga dilaksanakan penyedotan, insya Allah aman,” ujar Amrul kepada wartawan. (**)





























