Tol Laut sebagai Program andalan presiden Jokowi yang sudah berjalan sekitar 10 tahun, masih sangat dibutuhkan Masyarakat di daerah 3TP, karena itu mereka berharap program Tol Laut supaya diteruskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Harapan tersebut disampaikan Mohammad Malawat, Kepala Dimas Perhubungan Provinsi Maluku, dan Koko Susanto (direktur Pelni), kepada Ocean Week, di sela Rakornas Tol Laut, Rede, dan Perintis, di Bandung, Kamis (3/10/2024).
“Tol Laut sangat memberi manfaat bagi masyarakat di wilayah 3TP, bahkan dampak dari tol laut terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah itu. Misalnya kalau sebelum ada program tol laut daerah itu sepi, namun dengan masuk tol laut jadi ramai, sehingga perekonomian tumbuh,” ujar Malawat.
Makanya, katanya, banyak yang minta supaya tambah kontener untuk mengangkut kebutuhan di wilayah tersebut. “Sebab, masyarakat bilang kalau ambil barang dari Ambon dibawa ke kabupaten Seram Bagian Timur malah. Sewa truk nya mahal, tapi dengan adanya kapal (barang) tol laut biaya bisa lebih murah sehingga harga barang juga murah,” ungkap Malawat.
Menjawab mengenai minimnya muatan balik, Malawat mengemukakan, perlunya koordinasi antar semua institusi di daerah untuk pemanfaatan tol laut tersebut. Misalnya, dinas pertanian bisa mengoptimalkan pengembangan pertaniannya, begitu pula dengan dinas kehutanan, dapat mengoptimalkan hasil kayu dengan sudah dalam bentuk olahan.
“Nah, hasil pertanian, hasil hutan bisa dikirim menggunakan kapal tol laut ke daerah luar,” ungkapnya.
Namun, tegas Malawat, ada problem mengenai jadwal kapalnya. Contoh, tangkapan ikan seharusnya sudah harus dikirim hari ini, tapi kapal belum ada, sehingga tidak mungkin menunggu sampai kapal tol laut itu datang.
“Jadi soal jadwal kapal tol laut harus jelas, sehingga pengusaha bisa memperhitungkan untuk kegiatannya,” katanya.
Malawat berharap, tol laut agar dipertahankan dengan catatan dibenahi sisi operasionalnya, mau menerima koreksi. Yang pasti keberadaan tol laut sangat dibutuhkan Masyarakat,” katanya seraya menambahkan bahwa pihaknya menerima penghargaan sebagai kabupaten yang sangat mendukung dari sisi pelayanan.
“Kami selalu cepat merespon dan melayani masyarakat dalam hal tol laut ini. Dan kami selalu terbuka untuk akses kepada masyarakat, sehingga mereka mudah menyampaikan masalahnya, dan masalah mereka itu langsung kami teruskan ke pemerintah Pusat (Kemenhub),” jelasnya.
Pelni Dengan 9 Trayek
Sementara itu untuk tol laut, BUMN Pelni memperoleh penugasan 10 trayek yakni 6 kapal Lognus (Logistik Nusantara), 3 kapal Kandaga (milik Kemenhub), dan satu kapal ternak.
“Dari 9 trayek tol laut diluar angkutan ternak, yang paling potensi adalah T26 rute Surabaya – Fakfak. Yang ke rute ini mayoritas membawa Sembako,” kata Koko, di Bandung.
Dia juga sependapat dengan Malawat bahwa masyarakat di 3TP sangat membutuhkan tol laut.
Tapi, menurut Koko, perlu adanya kajian ulang mengenai PM no. 22/2019 tentang Penugasan.
“Tol laut terusin saja, tapi perlu evaluasi dari sisi operasional, fasilitas, dan peraturan. Apalagi kalau melihat di daerah 3TP, masih banyak fasilitas yang minim,” ungkapnya.
Meski begitu, Koko mengharapkan supaya pemerintahan baru nanti tetap meneruskan program tol laut yang sudah memberi dampak positif terhadap daerah 3TP. (***)





























