Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) menegaskan bahwa Ciwandan Banten, tak perlu dipakai sebagai pelabuhan untuk melayani penyeberangan pemudik lebaran ke Lampung atau sebaliknya dengan alasan untuk mengurai kepadatan di pelabuhan Merak.
“Ciwandan selain fungsinya bukan untuk penyeberangan dan tidak tepat untuk kapal penumpang (RoRo), juga bisa menganggu aktivitas kapal-kapal niaga,” ujar Sekjen Gapasdap, Rifai Aminuddin kepada Ocean Week, per telpon, Kamis (16/2/2023).
Menurut Aminuddin, jika pemerintah (Kemenhub) bisa tegas mengatur layanan dermaga di Merak, Aminuddin memastikan kepadatan dapat teratasi. “Coba diatur, dermaga ekspres atau eksekutif yang dioperatori ASDP disamakan dengan dermaga reguler, pasti bisa menampung pemudik. Kan selain dermaga ASDP ada lagi 6 dermaga yang reguler,” ungkapnya.
Sekjen Gapasdap juga menyampaikan mestinya PT ASDP mengalah sedikit disaat-saat musim hari-hari tertentu seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru, tidak memberlakukan dermaganya eksekutif. “Kalau ini bisa dilakukan, dan pemerintah (Kemenhub) berani untuk mengatur pasti nggak terjadi kepadatan atau kemacetan,” katanya lagi.
Para pengusaha yang tergabung di Gapasdap, ucap Aminuddin, sudah sangat mengalah. Padahal, kehadiran pengusaha penyeberangan ini juga sangat membantu masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja.
Dia berharap pemerintah bisa mendengar keluhan-keluhan para pengusaha di Gapasdap yang sudah terseok-seok ini. “Hilangkan monopoli di dermaga eksekutif oleh ASDP, karena BUMN ini yang mengelola dermaga, menjual tiket, dan mengoperasikan kapal. Coba kalau urusan penjualan tiket kami-kami pun diberikan kesempatan untuk juga menjualnya,” katanya.
Seperti diketahui bahwa Pelabuhan Ciwandan Cilegon yang biasa dipakai sebagai pelabuhan niaga milik PT Pelindo, memberikan pelayanan penyeberangan pemudik menuju Lampung, guna membantu mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo di Serang, Sabtu, mengatakan Sabtu ini merupakan puncak mudik Idul Fitri 1443 H, sehingga terjadi kepadatan di Pelabuhan Merak, di gerbang tol menuju Pelabuhan Merak serta di jalan arteri menuju Merak.
“Mudah-mudahan sudah mulai berkurang, sehingga antrean kendaraan yang akan menyeberang berkurang dan jalan tol serta jalan arteri kembali lancar,” kata Tri Nurtopo dikutip Antara, kemarin.
Dia mengatakan untuk membantu mengurang kepadatan di Merak, mulai hari ini dilakukan pengoperasian Pelabuhan Ciwandan, Cilegon untuk menambah kapasitas angkut penyeberangan dari Merak, sehingga akan mengurangi penumpukan kendaraan yang menyeberang ke Sumatera.
“Tadi di Ciwandan mulai muat jam 13.30 WIB dan berangkat jam 16.00 WIB,” kata Tri Nurtopo.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan sejak Jumat (29/04) malam, untuk membantu mengurai kepadatan di jalan, Polda Banten berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memfungsikan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara Kabupaten Serang.
Ia mengatakan ada 4 kapal yang beroperasi di BBJ yaitu Kapal JWS dengan kapasitas 200 kendaraan, Kapal JNW II dengan kapasitas 145 kendaraan, Kapal Roswin dengan kapasitas 100 kendaraan, Kapal BNR II (kapasitas 75 kendaraan)
Selain Pelabuhan BBJ, kata Shinto, pelabuhan Pelindo juga akan mulai difungsikan untuk melayani pemudik dengan kapasitas mengangkut lebih dari 2.000 kendaraan.
“Kepadatan arus di jalur tol dan arteri tidak dapat dihindari karena antusias masyarakat untuk merayakan hari raya di kampung halaman,” kata dia.
Ia juga mengatakan kecepatan pelayanan otoritas pelabuhan di tiap dermaga di Pelabuhan Merak menjadi faktor yang sangat penting untuk mempercepat pergerakan arus kendaraan dari jalur tol dan arteri.
“Jika pelayanan lambat maka berdampak pada lambatnya pula laju kendaraan bergerak ke pelabuhan,” kata Shinto. (**)





























