Kinerja Terminal Petikemas (TPK Koja) pada tahun 2023 ini membaik dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu terlihat dari throughput yang dicapainya. Tahun 2023 hingga Oktober, terminal yang berada di kawasan pelabuhan Tanjung Priok ini sudah menangani 800.371 TEUs, naik dibandingkan periode sama tahun 2022 yang tercatat 750.920 TEUs.
Padahal sesuai Rencana Kerja Anggaran (RKA) sampai Oktober 2023 hanya ditarget 780.386 TEUs.
“Tapi secara total tahun 2023 ini TPK Koja ditarget bisa menangani produksi sebesar 936.305 TEUs,” kata Indra Hidayat Sani, GM TPK Koja kepada wartawan, di Jakarta Utara, Kamis (23/11).
Indra optimis target throughput yang dicanangkan oleh pengelola untuk tahun ini, mudah-mudahan dapat tercapai, sebab sampai Oktober 2023 sudah berhasil menghandle 800.371 TEUs. “Kan masih tersisa dua bulan lagi, dan throughput di TPK Koja perbulan bisa mencapai 80-85 ribuan TEUs,” ungkapnya didampingi kepala Humas TPK Koja Sofwan.
Dia berharap throughput 2023 bisa tembus lebih dari 950 ribuan TEUs. Artinya melampaui dari RKAP yang dicanangkan.
Indra Sani menyampaikan, bahwa trend arus petikemas atau throughput melalui TPK Koja setiap tahunnya terus meningkat.

Data mencatat pada tahun 2021 tercapai 896.132 TEUs, naik menjadi 936.305 TEUs di tahun 2022, dan pada tahun 2023 ini diharapkan bisa mencapai 950 ribuan TEUs atau lebih.
“Membaiknya kinerja di terminal ini selain adanya dukungan dari sumber daya manusia (SDM) yang terus melakukan peningkatan kompetensinya dalam memberikan layanan kepada seluruh pengguna jasa atau customer, juga kami fokus melakukan perbaikan/peningkatan infrastruktur fasilitas maupun suprastruktur seperti digitalisasi berbasis informasi dan teknologi,” jelasnya.
Menurut Indra berbagai inovasi untuk memacu percepatan layanan di TPK Koja demi kepuasan pelanggan terus dilakukannya agar ke depan TPK Koja dijadikan sebagai terminal petikemas pilihan bagi shipping line maupun pelaku logistik ekspor-impor.
Untuk diketahui, TPK Koja merupakan salah satu terminal petikemas tersibuk di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok selain JICT, MAL, NPCT1, dan Terminal 3 IPC TPK.
Kata Indra Hidayat Sani, kedepan TPK Koja juga merencanakan sejumlah investasi antara lain; 3 unit Container Cranes (CC) jenis Super Post Panamax, 10 unit Head Truck maupun Rubber Tyred Gantry Cranes (RTG) elektrik.
Selain itu, kata Indra, telah dilakukan peningkatan tata kelola informasi dan teknologi (IT) dan IT Security, untuk mengantisipasi risiko serangan cyber dan ancaman IT lainnya.
“Saat ini juga masih berlangsung perkuatan fasilitas infrastruktur dermaga, dan fasilitas lainnya untuk memastikan kelancaran operasi dan kenyamanan serta kepuasan semua pengguna jasa di TPK Koja,” katanya. (**)




























