Kadin Indonesia mengapresiasi positif upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan optimalisasi pelayanan di pelabuhan, khususnya Tanjung Priok, misalnya kinerja 24/7.
Kadin berharap upaya tersebut dapat diterapkan di lapangan secara efektif dan efisien, bukan justru menimbulkan kontraproduktif dengan kelancaran di pelabuhan.
“Kami mengapreasiasi setiap langkah pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, dalam upaya mendorong optimalisasi dan kelancaran pelayanan di pelabuhan,” kata Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (12/11).
Menurut dia, optimalisasi layanan di pelabuhan petikemas memang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing nasional menghadapi persaingan global. “Upaya Kemenhub ini harus bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh pelaksana di lapangan,” ujarnya singkat.
Carmelita juga menyoal mengenai pelayanan ekspor impor, terutama pada penerapan Indonesia National Single Window (INSW). “Perlu ada koordinasi yang baik diantara institusi terkait,” ungkapnya.
Carmelita yang juga Ketua DPP INSA itu menilai bahwa penerapan INSW belum benar-benar terintegrasi, masih terkesan jalan sendiri-sendiri.
Dia mengaku sangat mendukung penerapan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), tetapi dalam sistem ini pun perlu jaminan untuk memastikan adanya kelancaran. “Sistem online pada pelabuhan-pelabuhan utama kami dukung. Misalnya, penerapan Inapornet yang perlu terus dioptimalkan. Jangan sampai sistem mengalami gangguan dan menghambat operasional kapal,” ucap Carmelita.
Sebelumnya, Menhub Budi Karya menyatakan agar pelabuhan Tanjung Priok melakukan layanan 24/7. “Kalau perlu tidak ada libur, petugas masuk tujuh hari,” kata Budi Karya.
Menurut Menhub, efisiensi pelabuhan harus dilakukan untuk dua sisi, yakni waktu dan biaya. “Kementerian Perhubungan akan membuat Priok menjadi satu pelabuhan percontohan. Orangnya mungkin 50-70 persennya kita ganti yang baru,” katanya.
“Sekarang ini ada institusi yang sudah masuk tujuh hari, tapi ada beberapa instansi yang belum masuk seperti bank. Kami minta semua masuk supaya arus barang keluar masuk pada Sabtu-Minggu tetap berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, Kemenhub terus berupaya untuk mengoptimalkan aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok terutama di sejumlah pelabuhan petikemas yakni PT Jakarta International Container Terminal (JICT), New Priok Container Terminal One (NPCT1), Terminal Peti Kemas (TPK) Koja, Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, dan Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), serta lainnya. (***)




























