PT Pelni (Persero) dan PT Semen Indonesia (Persero) diminta untuk bersinergi dalam memaksimalkan tol laut. Permintaan itu diungkapkan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi supaya pasokan semen bisa lebih merata untuk Indonesia Timur.
Saat ini, Pelni telah menjalankan beberapa kapal perintis menyisir ke berbagai kota di pulau Papua. Nantinya, semen-semen yang tiba di Indoensia Timur bisa menggunakan kapal-kapal milik Pelni tersebut.
“Jadi soal okupansi memang belum maksimal, jadi data Pelni dan Semen Indonesia disinkronkan saja, mana yang kosong langsung masuk,” kata Menhub Budi Karya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/9).
Budi mengakui selama ini pelaksanaan tol laut memang belum optimal, terutama dalam distribusi semen ke wilayah Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Menhub memperkirakan kebutuhan semen di Indonesia akan terus meningkat. Terlebih di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo, pembangunan infrastruktur menjadi program utama.
Bahkan, Menhub menjanjikan akan memberikan kapal-kapal baru untuk memaksimalkan tol laut tersebut. “Kita tahun ini sudah ada kapal baru, dan 2019 itu akan tambah lagi. Harapannya pelakanaan tol laut 2019 bisa lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Budi Karya, bukan hanya kapal-kapal baru, berbagai fasilitas seperti pelabuhan, juga akan dibangun dan diperbaiki.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut secara resmi mengoperasikan perdana kapal perintis dan kapal ternak baru secara serentak di Galangan Kapal PT Bandar Abadi, Batam. Kapal baru yang dilepas untuk operasi tersebut berjumlah empat unit. Terdiri dari tiga unit kapal generasi baru di kelas kapal kontainer feeder dengan kapasitas 100 teus, yaitu KM Kendhaga Nusantara 1, KM Kendhaga Nusantara 7, dan KM Kendhaga Nusantara 9, serta satu unit kapal khusus ternak dengan kapasitas angkut 500 ekor yaitu KM Camara Nusantara 3.
Untuk pelabuhan, Kemenhub juga menawarkan kepada swasta nasional untuk terlibat dalam pengelolaan pelabuhan. Ada sejumlah pelabuhan ditawarkan, misalnya pelabuhan Anggrek dan Bau-bau. (***)





























