Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT Pelindo IV untuk melaksanakan pengelolaan Makassar New Port (MNP) dengan seksama, efesiens, serta bagaimana industri-industri yang ada di Makassar saling kolaborasi dengan PT Pelindo IV sehingga ekspor, impor yang masuk dan keluar dari dan ke Makassar ini bisa meningkat.
Permintaan Menhub Budi disampaikan melalui para wartawan saat meninjau pembangunan MNP, di Makassar Rabu (12/9). “Kita memang telah tugaskan kepada PT Pelindo IV untuk men-deadlock pelabuhan Makassar New Port ini jadi suatu pelabuhan yang sangat bermartabat, dengan kapasitas yang harus cukup,” kata Budi Karya Sumadi.
Budi Karya didampingi Dirut Pelindo IV Doso Agung meninjau kawasan MNP hasil reklamasi yang sekarang memiliki luas mencapai 50-60 hektare.
MNP memiliki panjang dermaga 360 meter, draf dengan kedalaman 16 meter. Menhub berharap MNP bisa mengelola kontainer sebanyak 500 hingga 1 juta TEUs. Dan Oktober 2018 ditargetkan bisa uji coba operasi.
Sementara itu Doso Agung, menyatakan hingga 11 September 2018, pembangunan MNP Tahap IA telah mencapai 82,86 persen terdiri dari Paket A 94,84 persen, Paket B 82,58 persen dan Paket C 64,84 persen.
“Hingga 11 September 2018, realisasi kegiatan untuk Paket A yaitu upper structure dermaga,” katanya.
Menurut mantan GM Pelindo II Panjang ini, realisasi kegiatan untuk Paket B meliputi pekerjaan revetment, pengecoran saluran precast, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid, serta pekerjaan dredging kolam putar. Untuk Paket C, kegiatan yang sudah terealisasi yaitu produksi core 1-5 kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater (1-5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater (100-160 kg).
Doso mengatakan, sistem dermaga yang diaplikasikan adalah secant pile dengan sistem boring yang bisa mengefisiensikan waktu dan biaya dengan kualitas yang lebih baik, di mana penerapannya baru ada dua di dunia, yaitu di Liverpool dan Makassar New Port. (pld4/***)






























