PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memusatkan layanan kapal pelabuhan Tanjung Perak di Port Operation Command Centre (POCC) di lingkungan Pelindo III Surabaya.
“Latar belakang dibentuknya POCC ini karena kondisi pelayanan selama ini masih parsial, dalam arti setiap terminal mengatur proses bisnis pelayanan kapal dan bongkar muat secara terpisah,” kata Humas Pelindo III Regional Jatim Wilis Aji dalam rilis yang diterima Ocean Week, Kamis malam (29/11).
Menurut dia, POCC merupakan pusat komando kegiatan pelayanan kapal dan bongkar muat di pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelindo III dan mulai resmi disosialisikan kepada para pengguna jasa pelabuhan.
Di Pelabuhan Tanjung Perak ada empat terminal yaitu Kalimas, Mirah, Nilam, dan Jamrud. “Selain empat terminal tersebut, kami juga memproses sandar kapal di terminal Berlian yang dioperasikan oleh PT BJTI, Terminal Petikemas Surabaya, Terminal Teluk Lamong hingga Gresik,” ungkap Wilis.
Kalau dulu, agen kapal harus menghubungi beberapa bagian yang ada di pelabuhan untuk memproses kegiatan yang diinginkan sehingga membutuhkan waktu dan tenaga, namun sekarang akan diproses di POCC yang berlokasi di gedung kantor Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak.
“Sekarang, semua pelayanan jasa kapal di Pelabuhan Tanjung Perak mulai dari perencanaan hingga pengendalian bongkar muat kapal dipusatkan di satu lokasi di POCC,” ungkapnya.
Ismartadianto, Senior Vice President Change Management Pelindo III pencetus POCC menambahkan POCC merupakan salah satu terobosan baru di dunia kepelabuhanan bahkan pertama kali di Indonesia.
“POCC ini dikembangkan sejak April lalu dan disimulasilakan 22 Oktober. Rencananya POCC ini akan di implementasikan secara penuh pada 5 Desember 2018 dan diharapkan dapat direalisasi untuk seluruh regional yang dikelola Pelindo III pada awal 2019,” kata Ismardianto. (pld3/**)




























