PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) menilai pelonggaran karantina wilayah yang diberlakukan sejumlah negara masih belum signifikan mengerek kinerja bisnis MBSS.
Efek pandemi Corona sangat menghantam perseroan. Terbukti, pada kuartal I 2020, MBSS mencatat kerugian sebesar US$ 2,1 juta dan pendapatan menurun 21,61% dari US$ 20,88 juta di kuartal I-2019 menjadi hanya US$ 16,37 juta pada kuartal I-2020.
Padahal, pada kuartal I-2019 lalu, MBSS masih meraup laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,50 juta. Adapun laba kotor perusahaan menurun cukup dalam 62,49% menjadi hanya US$ 1,61 juta dari perolehan US$ 4,31 juta. Beban pokok perseroan juga menurun 10,97% dari US$ 16,57 juta menjadi US$ 14,75 juta.
“Saat ini utilitas atau penggunaan operasional sejumlah kapalnya hanya sebesar 89% di masa pandemi,” kata Burhan Sutanto, Direktur PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk, dikutip dari Kontan.co.id, kamis malam.
Karena itu, ujar Burhan, MBSS sangat berhati-hati menambah lagi aset kapalnya dan lebih melihat perkembangan pasar terlebih dulu sebelum memutuskan menambah lagi jumlah kapalnya.
Untuk diketahui, saat ini, MBSS memiliki 78 tugboat, 62 barge, 6 floating crane dan satu support vessel.
Menurut Burhan, saat ini MBSS fokus pada pengangkutan batubara. Tetapi tak menutup kemungkinan pada pangsa pasar lain dengan kondisi pasar.
Dia menyebutkan, perolehan total aset dan ekuitas merosot, masing-masing 1,56% dan 1,29% secara year to date. Total aset MBSS berada di angka US$ 214,71 juta dari US$ 218,13 juta di akhir 2019. Sementara total ekuitas senilai US$ 169,71 juta dari US$ 171,88 juta.
Sementara itu, liabilitas turun 2,58% dari US$ 46,25 juta di kuartal I-2019 menjadi US$ 45,06 juta pada kuartal I-2020.
MBSS didirikan di Jakarta, Indonesia pada tahun 1994 sebagai perusahaan pelayaran. Seiring waktu, fasilitas, armada dan lingkup layanan tumbuh dan berkembang menjadi penyedia jasa logistik dan transportasi utama yang mampu memenuhi kebutuhan klien dengan konsisten.
Pada tahun 2011, MBSS menjadi salah satu Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada tahun yang sama, MBSS juga menjadi bagian dari grup Indika Energy. (ktn/**)





























