PT Indonesia Kendaraan Terminal/IKT Tbk terus berupaya menggenjot kinerjanya. Hal itu terlihat dari kegiatan yang ditanganinya.
Pada Triwulan I Tahun 2024, IPCC telah melayani cargo internasional sebesar 96 ribu unit yang terdiri dari CBU baik impor maupun ekspor, alat berat, truck/bus dan general cargo dimana terdapat penurunan secara keseluruhan, khususnya cargo CBU sebesar 17,25% YoY.
Namun kondisi ini bersifat sementara dan diperkirakan bergerak normal pada kuartal berikutnya.
Secara total, situasi ini berimbas pada laba bersih Perseroan yang tercatat turun 9% dari tahun sebelumnya dengan periode yang sama.
Sejalan belum tercapainya kinerja keuangan IPCC pada Triwulan I 2024, Perusahaan telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk mendongkrak pendapatan di tahun 2024 secara keseluruhan diantaranya, ekspansi bisnis kerjasama layanan VDC (Vehicle Distribution Centre) dengan automaker Jepang, penjajakan potensi kerjasama layanan cargo CBU mobil listrik Tiongkok, rencana kolaborasi Anorganik Car Carrier IPCC dengan logistic company serta implementasi single billing sebagai bentuk optimalisasi layanan operasional kepada para pelanggan.
Sugeng Mulyadi, Direktur Utama IPCC menyatakan optimis pada Triwulan berikutnya IPCC mampu mengejar ketertinggalan ini mengingat kegiatan ekspor pada bulan Maret telah berjalan normal dan cenderung mengalami peningkatan.
Salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja Perusahaan adalah dengan penerapan skema single billing didukung dengan standarisasi dan transformasi layanan operasi.
Diharapkan proses operasi menjadi semakin seamless antara IPCC dan Mitra Perusahaan Bongkar Muat yang beroperasi di IPCC Branch Jakarta, sehingga mempertegas posisi IPCC sebagai penyelenggara kegiatan operasional.
Untuk meningkatkan kinerja Perusahaan, kami sedang melakukan kolaborasi dan sinergi bersama asset management dan perusahan sekuritas untuk meningkatkan value Perusahaan serta likuiditas saham termasuk usulan pemberian dividen yang menarik.
Saat ini posisi kas Perusahaan juga sangat kuat dan tidak memiliki hutang/pinjaman berbunga seperti pinjaman kepada perbankan, obligasi dan jenis lainnya sehingga mampu untuk melakukan ekspansi bisnis kedepannya melalui dana internal Perusahaan.
“Selain berbagai rencana untuk mendongkrak pendapatan, IPCC saat ini sedang fokus untuk melakukan efisiensi dari berbagai proses bisnis sehingga diharapkan dapat memberikan layanan yang semakin efisien guna memberikan nilai tambah bagi para pelanggan IPCC salah satunya melalui implementasi program single Enterprise Resources Planning (ERP) dan digitalisasi operasi,” ujar Wing Megantoro, Direktur Keuangan dan SDM IKT, menambahkan. (***)






























