Masih ingat peristiwa naas menimpa kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba hingga menewaskan ratusan penumpang pada Juni 2018 lalu. Peristiwa hampir serupa juga terjadi pada kapal MV Nyerere. Sebanyak 126 orang ditemukan meninggal dunia setelah kapal feri Nyerere yang mengangkut ratusan penumpang tenggelam di Danau Victoria, Tanzania. Kapal MV Nyerere diperkirakan terbalik ketika para penumpang bergerak ke satu sisi kapal selagi kapal merapat ke dermaga, Kamis (20/9).
Kapal MV Nyerere beroperasi di jalur sibuk, berlayar delapan kali sehari antara Pulau Ukara dan Ukwerewe di Teluk Victoria. Kedua pulau tersebut dekat dengan kota terbesar di Tanzania, Mwanza. Kapal dipenuhi penumpang dan barang dagangan karena bertepatan dengan hari pasar di Bugurora, Pulau Ukerewe.
Menurut para pejabat Tanzania, sebagaimana diktip dari laporan wartawan BBC di Tanzania, Aboubakar Famau, kapal feri itu sejatinya hanya mempunyai kapasitas 100 orang, tetapi jumlah penumpang saat itu diperkirakan mencapai 400 orang. Kelebihan muatan penumpang ini belum ditambah dengan muatan kargo, antara lain berupa semen dan jagung. “Jumlah korban meninggal dunia kemungkinan akan bertambah sebab masih banyak yang hilang hingga hari kedua pencarian. Diperkirakan banyak penumpang kemungkinan tidak bisa berenang,” katanya.
Kecelakaan kapal seperti ini mestinya harus menjadi perhatian pemerintah di masing-masing negara. Di Indonesia, pasca kejadian KM Sinar Bangun memang berbagai upaya mencegah peristiwa serupa dilakukan, namun tetap saja masih ada pelanggaran-pelanggaran, sehingga kecelakaan kapal-kapal penumpang di sungai dan danau masih sering terjadi. (***)






























