• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Monday, April 20, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    TTL – KSOP Perak Kolaborasi Hadirkan EAZI Dalam Transformasi Layanan Operasional Pelabuhan

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Arus Petikemas Tumbuh, IPC TPK Jambi Tingkatkan Kolaborasi Dengan Stakeholder

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Menhub Resmi Luncurkan Palembang New Port di Tanjung Carat

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Maritim Perlu Diurus Kementerian Sendiri, Kenapa?

oceanweek by oceanweek
June 8, 2020
in Berita Lain, Uncategorized
Maritim Perlu Diurus Kementerian Sendiri, Kenapa?
383
SHARES
2.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia sering bangga sebagai negara maritim yang besar dimasa lalu, kegiatan berniaga antar pulau dan antar benua dimasa itu sangat habat dan mungkin menjadi cikal bakal pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kita juga sering mendengar ungkapan ‘Nenek Moyang Kita Seorang Pelaut’. Mungkin karena ketangguhan moyang kita menjelajahi lautan.

Dan konon pada tanggal 8 Juni, dunia termasuk Indonesia memperingati hari laut Sedunia.

Lalu bagaimana keadaan yang sebenarnya di saat ini? Apa yang masih menjadi kendala sehingga kita belum bisa lagi mengklaim sebagai negara maritim yang besar, karena di tingkat regional saja kita kalah jauh dibanding prestasi negara-negara tetangga.

Untuk mengetahui apa, kenap dan bagaimana mengenai hak itu, Ocean Week mencoba menginterview Capt. Zaenal A. Hasibuan, pengamat kemaritiman yang juga salah satu pengurus DPP INSA, berikut petikannya.

OW : Gemana Anda melihat Indonesia sebagai negara dengan laut terbesar?

ZAH : Jika patokannya bentuk geografis, itu persoalan ukuran negara bukan persoalan ukuran kemampuan negara dalam berniaga secara maritim.

OW : Maksudnya?

ZAH : Saat kita mendengar bahwa pelaut Filipina sepanjang tahun 2019 mampu mencetak devisa sebesar 100 triliun rupiah atau sekitar 7 miliar USD yang dikirim pelaut semasa mereka diatas kapal, plus masih banyak lagi yang mereka bawa dalam bentuk cash saat Sign Off. Apa yang terlintas di fikiran kita? Pelaut Filipina atau pemerintah mereka yang hebat mengaturnya? atau kedua-duanya.

OW : Bagaimana dengan pelaut kita?

ZAH : Pelaut Indonesia yang jumlahnya sekitar 850.000 orang tidak bisa mencetak devisa sebesar pelaut Filipina? Sejauh ini kisaran devisa yang dikirim para pelaut Indonesia ada di angka 20 triliun rupiah pertahunnya. Dari beberapa alasan mengapa pelaut Filipina mendominasi hampir 1/3 jumlah pelaut yang ada di kapal overseas, pelaut Indonesia pasti bisa lebih baik dari mereka. Alasan-alasan tersebut diantaranya adalah; secara tradisional bangsa pelaut, dedikasi dan disiplin baik, pekerja keras, terpercaya dan flexibel, sangat terlatih dan sabar. Sementara untuk alasan kemampuan Bahasa asing, jelas Filipina ada di depan pelaut Indonesia. Seandainya aspek kekurangan Bahasa Inggris itu ditingkatkan sampai pada level yang sangat baik dengan tambahan bahasa asing negara pemberi kerja, apakah cukup modal kita untuk menyamai kehebatan pelaut Filipina.

OW : Memangnya nggak ada yang mengurus?

ZAH : Sampai hari ini kita masih berkutat tentang siapa yang berhak mengurus pelaut Indonesia di kapal-kapal asing disamping masih belum optimalnya kerjasama pemerintah dan serikat pelaut di Indonesia. Sama dengan permasalahan penggunaan kapal asing yang terus menggerus defisit necara berjalan sektor jasa transportasi, persoalan pelaut juga luput dari perhatian pemerintah pusat pada level tertinggi. Sehingga persoalan yang lebih sering menjadi topik nasional adalah persoalan pelanggaran HAM pelaut, perbudakan pelaut dan hal-hal negarif lainnya. Potensi memperbaiki ekonomi negara dari pendapatan devisa sektor pelaut yang berkualitas seakan belum menjadi persoalan negara.

OW : Mahal ya untuk jadi pelaut?

ZAH : Sampai saat ini untuk menjadi pelaut membutuhkan biaya yang mahal, terlebih untuk bisa bekerja keluar negeri atau bersekolah untuk menjadi perwira kapal. Pemerintah belum menganggap pengembangan SDM sebagai bentuk investasi, sehingga semua urusan tentang kepelautan pasti berkaitan dengan biaya kecuali pada beberapa hal seperti perpanjangan buku pelaut.

OW : Ruwet ya urusan maritim?

ZAH : Ketika Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro (waktu itu) mengeluhkan dan menyebut bahwa kerugian Indonesia akibat aktivitas ekspor dan impor menggunakan kapal asing mencapai USD 6,9 miliar atau setara dengan Rp 97,98 triliun (kurs Rp 14.200), apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia maritim Indonesia?. Kedua sektor diatas saja jika digabungkan akan berpeluang menghasilkan nilai 200 triliun rupiah, atau sebesar 11% dari total prediksi pendapatan negara (1760 triliun) sebagaimana yang telah dikoreksi akibat pandemi Covid 19.

OW : Artinya sulit buat Indonesia ya?

ZAH : kita jadi bertanya, begitu sulitkah memajukan industri maritim di Indonesia, atau memang kita tidak lagi memiliki ahli maritim di level tinggi pemerintahan yang sekarang. Misalnya, saat Peraturan Menteri Perdagangan nomor 82 tahun 2017 yang mengatur tentang kewajiban ekspor Barubara dan Crude Palm Oil (CPO) serta Impor beras dan barang kebutuhan pemerintah menggunakan kapal berbendera Indonesia hendak diberlakukan, badai penolakan PM 82 itu sudah lebih kencang ketimbang semangat pemerintah untuk memotong defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang terjadi selama ini. Sehingga akhirnya yang muncul adalah Peraturan Menteri Perdagangan nomor 40 tahun 2020 yang lebih friendly terhadap penggunaan kapal asing untuk kegiatan yang dimaksud. Hal ini dimungkinkan terjadi karena pemerintah tidak melihat persoalan menyelamatkan CAD sebagai persoalan bersama.

OW : Harusnya ?

ZAH : Jika hal tersebut benar-benar menjadi concern, maka semestinya yang dikeluarkan minimal Perpres jika tidak mau mengeluarkan Undang-Undang khusus soal itu.

OW : Apa mungkin karena kapal kita belum siap?

ZAH : Seperti sudah diduga, alasan kesiapan kapal niaga nasional menjadi senjata eksportir dan industri yang bersangkutan untuk menekan pemerintah dan mengamankan penggunaan kapal asing di Indonesia. Sayangnya pemerintah tidak mendudukkan seluruh stake holder terkait dan mendiskusikan persoalan yang dihadapi masing-masing sektor untuk dicarikan jalan keluar, tetapi lebih menyerahkan persoalan ini kepada Menteri Perdagangan dan pelaku usaha dimasing-masing bidang menyelesaikannya.

OW : sebenarnya bagaimana dukungan pemerintah atau perbankan ke usaha pelayaran nasional?

ZAH : Kita semua tau, hingga sekarang keberpihakannya masih setengah hati. Sekedar untuk diketahui, sampai saat ini kredit investasi kapal masih dinilai sesuatu yang sangat beresiko untuk dunia perbankan Indonesia karena kurangnya kepastian hukum dan leading sector dunia pelayaran Indonesia masih ada di level Direktorat Jenderal belum setingkat Kementerian. Perbankan masih melihat bahwa pemerintah sendiri tidak serius membenahi sektor ini dengan tidak adanya jaminan pemerintah dan dukungan memadai untuk industri tersebut.

OW : Kan ada Kemenko Maritim dan Invetasi?

ZAH : Mestinya dengan adanya Kemenko Marves, dunia kemaritiman Indonesia bisa maju. Tapi Kemenko Marves yang diharapkan sebagai lokomotif memajukan dunia pelayaran Indonesia, sampai saat ini masih lebih banyak berkutat di persoalan dalam negeri seputar muatan balik untuk program Tol Laut dalam konteks maritim.

OW : Kita kan memiliki potensi?

ZAH : Kalau kita menengok Singapura yang menjadi makmur salah satunya karena mengurusi muatan kapal transit, sementara kita yang memiliki muatan captive melimpah tidak mampu melakukan hal tersebut. Atau Filipina yang sudah menganggap pelaut mereka sabagai pahlawan devisa, sementara kita masih pada persoalan siapa yang lebih berkepentingan mengurusi pelaut. Maka untuk sebutan sebagai negara maritim di ASEAN pun kita masih ada dibelakang mereka. Beberapa kata kunci yang bisa dijadikan pedoman perbaikan adalah perbaikan leading sector industri maritim dalam bentuk tatanan pemerintahan yang meyakinkan, dan tingkatkan perhatian untuk sektor Sumber Daya Manusia di bidang maritim.

OW : Harapan Anda untuk sektor maritim?

ZAH : kalau bisa mestinya sektor maritim atau kelautan dengan potensi dan banyaknya masalah di bidang maritim, kami berharap ada kementerian tersendiri. Kalau Kemenhub kan bukan hanya mengurus laut saja, ada darat, udara, dan kereta api. Kalau maritim diurus setingkat kementerian mungkin masalah di laut bisa lebih fokus. (Rid/**)

Previous Post

TPK PALARAN

Next Post

Penumpang Kapal ke Sabang Harus Bawa Surat Kesehatan

Next Post
Penumpang Kapal ke Sabang Harus Bawa Surat Kesehatan

Penumpang Kapal ke Sabang Harus Bawa Surat Kesehatan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6288 shares
    Share 2515 Tweet 1572
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5452 shares
    Share 2181 Tweet 1363
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4537 shares
    Share 1815 Tweet 1134
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4220 shares
    Share 1688 Tweet 1055
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3902 shares
    Share 1561 Tweet 976

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

PT MUSTIKA ALAM LESTARI

April 20, 2026

TPK SEMARANG

April 20, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.