Sejumlah usaha keagenan kapal di pelabuhan Gresik Jawa Timur resah akibat dumping tarif yang dilakukan oleh bisnis keagenan yang dibekingi oleh oknum petugas KSOP setempat.
Modusnya yakni oknum tersebut sering menghambat dan mempersulit proses administrasi kapal saat akan berkegiatan di pelabuhan. “Saat itulah oknum tersebut kemudian mengarahkan agar menggunakan jasa keagenan yang ditunjuknya yang sebenarnya adalah usaha miliknya,” ujar Wahyudi, salah satu keagenan kapal kepada Ocean Week, Rabu malam melalui sambungan telepon nya.
Dia mengatakan, karena dalam proses pengurusan adminitrasi untuk kapal sering dipersulit, makanya owner kapal kemudian berpindah keagenan atas saran oknum di KSOP Gresik itu. Lalu owner diarahkan untuk menggunakan jasa keagenan miliknya.
“Jadi kami seolah-olah sengaja dihambat supaya owner kapal pindah. Bagaimana ini kalau petugas punya bisnis keagenan, kemudian melakukan praktik begitu,” keluh Wahyudi.
Wahyudi berharap, pemerintah bisa memperhatikan nasib usaha keagenan. “Keagenan yang dibekingi atau dimiliki oknum di KSOP yang diatasnamakan orang lain agar bisa dibongkar, karena sudah cukup merugikan,” ujarnya. (***)






























