PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) terus melakukan inovasi baru, dan kali ini menghadirkan layanan angkutan laut menggunakan kapal Roll On Roll Of (RoRo) rute Pelabuhan Cigading – Pelabuhan Panjang Lampung (PP) setiap hari.
Untuk layanan tersebut, PT KBS menggandeng PT Atosim Lampung Pelayaran. Peresmian untuk layanan kapal RoRo itu dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertempat di dermaga 7.3 milik PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), baru-baru ini.
PT KBS tak hanya selalu memberikan layanan terbaik buat para pengguna jasanya, namun juga membuat pelanggan dan pengguna jasanya nyaman serta aman.
Kepada Ocean Week, Senin (21/11/2025), Noor Fuad, Dirut PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) membenarkan bahwa Menko AHY sudah meresmikan layanan KBS menggunakan kapal RoRo di dermaga 7.3 milik PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).
“Angkutan laut menggunakan kapal RoRo itu melayani rute dari pelabuhan Cigadung ke pelabuhan Panjang Lampung PP setiap hari,” kata Fuad, di Jakarta, didampingi Akbar Hadianto, Corporate Secretary PT KBS.

Menurut Fuad, layanan kapal RoRo tersebut hanya melayani untuk barang menggunakan truk. “Jadi kapal RoRo yang dioperasikan PT KBS kerjasama dengan PT Atosim itu hanya melayani barang bukan orang. Kapal itu mampu mengangkut hingga 200 truk setiap pelayaran,” ungkapnya bersemangat.
Fuad juga mengungkapkan jika peresmian ini menjadi langkah strategis guna memperkuat sistem rantai pasok nasional melalui jalur Ciwandan, dimana Ciwandan sudah difungsikan sebagai koridor logistik baru.
KBS bekerjasama dengan PT Atosim Lampung Pelayaran terkait penyediaan dan pelayanan Kapal Roll On-Roll Of (RoRo), rute Pelabuhan Cigading-Panjang Lampung.
Kata Fuad, dalam kerjasama ini, PT KBS sebagai perencana dan penyedia fasilitas terminal yang mencakup penetapan Dermaga sebagai tempat sandar serta lokasi kegiatan bongkar muat kendaraan RoRo. Sementara PT Atosim bertanggung jawab menyediakan kapal RoRo yang laiklaut (sea worthiness), sekaligus turut menghadirkan pasar kendaraan sebagai basis penumpang dan muatan utama.
Dirut KBS ini juga menyampaikan bahwa KBS terus melakukan inovasi baru, salah satunya dengan menghadirkan angkutan Kereta Api dari Ciwandan Surabaya dan kapal RoRo rute Cigading – Panjang Lampung. “Untuk RoRo ini, kami juga sudah bekerjasama dengan PT Pelindo Regional 2 Panjang, karena kapal itu rutenya dari sini (Cigading) ke Panjang,” ujar Fuad.
Fuad berharap, layanan baru KBS menggunakan angkutan laut dengan kapal RoRo dapat menjadikan alternatif bagi pemilik barang lintas Sumatera Jawa dan sebaliknya.
Langkah Penting
Seperti diketahui, sewaktu Menko AHY meresmikan kapal RoRo itu, menyatakan bahwa pengembangan jalur logistik Multimoda ini merupakan satu langkah penting untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang nasional dan juga memperkuat konektivitas industri di Banten. Dan ini juga dapat mengurangi kerusakan jalan raya akibat seringnya kendaraan besar dan berat melintas, selain itu juga mengurangi kemacetan.
Fuad menambahkan, dalam pengiriman jalur laut, PT KBS hadir bersinergi dengan PT Krakatau Steel (Persero). PT KBS menawarkan jasa port services yang menangani dari hulu hingga hilir, mulai jasa pandu tunda untuk membantu menavigasi saat kapal akan keluar masuk kawasan dermaga hingga pengiriman kargo ke customer.
“Jasa pandu tunda KBS juga beroperasi di luar wilayah perairan Cigading, seperti Dumai, Marunda, PLTU Tanjung Jati dan wilayah lainnya di Indonesia,” kata Fuad.
Dirut KBS ini juga menuturkan bahwa pihaknya didukung beberapa fasilitas seperti integrated Warehouse (IWH) yang merupakan gudang terintegrasi terbesar se-ASEAN dengan kapasitas 200.000 MT dengan luas 11,6 Ha yang memiliki fasilitas teknologi modern.
“IWH ini terhubung langsung dengan Continuous Ship Unloader (CSU) yang memiliki kecepatan 1.300 TPH dengan peruntukan melayani kargo grain seperti gandum, kacang kedelai, jagung, dan lainnya,” jelasnya.
Fuad menjelaskan bahwa PT KBS memiliki pusat logistik berikat yang merupakan gudang terbuka untuk memasukkan barang impor yang belum dipungut bea masuk dan pajak impor dengan kapasitas 8 Ha.
Lalu ada juga fasilitas terminal batubara, yakni terminal khusus untuk kegiatan bongkar muat kargo batubara yang didukung dengan fasilitas Stock Pile 450.000 ton, Conveyor dan Barge Loader @750 TPH di dalamnya. Dan Dry Port yakni terminal kontainer daratan yang memiliki akses langsung ke jalan raya dan rel kereta yang terkoneksi dengan pelabuhan laut.
“Tak hanya memiliki fasilitas yang lengkap dan terintegrasi, PT KBS juga memiliki kelebihan lain dari sisi digitalisasi, dimana semua kegiatan yang terjadi di dalam proses penyandaran, pembongkaran ataupun pengiriman barang dapat dipantau secara real time oleh customer melalui aplikasi KIPOS, dimana KIPOS ini telah terkoneksi dengan INAPORTNET.net & National Logistic Ecosystem (NLE) yang dimiliki oleh pemerintah (Kementerian Perhubungan RI),” ungkap Fuad panjang lebar. (***)





























