Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Sudiono menyatakan bahwa selama 2018, hanya ada satu peristiwa pencurian di kapal asing yang sedang kegiatan jangkar di pelabuhan.
“Itu yang kami tahu, karena ada laporan dari pihak kapal ke kantor Syahbandar. Tapi itu bukan perompakan seperti isu yang digulirkan di luaran sana,” kata Capt. Sudiono kepada Ocean Week, usai membuka resmi FGD dengan tema Peningkatan Peran Seluruh unsur di dalam Komite keamanan pelabuhan Tanjung Priok, di Royal Safari Garden Bogor, Selasa (23/10).
Karena itu, Sudiono meminta kepada INSA Jaya sebagai induk organisasi Pelayaran, bisa memberi laporan ke pihak Syahbandar jika anggotanya yang sedang berkegiatan di Priok terjadi pencurian.
Menurut dia, pada tahun 2018, juga telah terbentuk port security committe (PSC), merupakan forum komunikasi yang terdiri dari Syahbandar, Ditpolair, INSA, dan pihak terkait lainnya.
“Harapannya dengan adanya PSC di Priok, akan lebih terjamin keamanannya,” ungkapnya.
Sudiono juga berharap agar di Priok bisa zero list atau bebas dari pencurian, dan accident yang lain.
Capt. Sudiono menyadari jika para owner kapal tak mau melaporkan ke pihak berwenang (Syahbandar) pada saat kapalnya yang sedang Lego jangkar di Priok, terjadi pencurian, karena berbagai faktor.
Misalnya, mereka tidak mau yang akhirnya jadi terhambat keberangkatan kapalnya, karena proses pengambilan keterangan di kantor berwenang.
“Pernah ada laporan pencurian di salah satu kapal asing, tapi setelah kami lakukan investigasi ke kapal, ada kejanggalan, karena pencuri itu bisa tahu dimana barang yang dicuri ditempatkan, di ruang mana, kok tahu. Makanya kami berfikir, ini pasti ada semacam kerjasama antara pencuri dengan orang kapal,” ujarnya serius.
Padahal, kapal asing itu penjagaannya cukup ketat. Cuma yang disayangkan Sudiono, di tempat kejadian tidak lapor, setelah kapal berangkat baru diluar sana ngomong-ngomong.
“Isu diluar bahwa di Priok terjadi perompakan. Kami tegaskan bahwa isu itu tak benar, tak pernah ada perompakan, kalau pencurian ya hanya sekali di 2018,” kata Sudiono.
Sudiono kembali berharap, dengan FGD hari Selasa ini (23/10) dapat semakin membuka komunikasi diantara semua pihak terkait, yang akhirnya dapat tercapai solusi yang diinginkan bersama.
Kegiatan ini berlanjut dengan diskusi yang menampilkan Nara sumber, antara lain Capt. Hasri Ramadhan Harahap, kasubdit KPLP Ditjen Hubla, dan Joko Anompen dari kantor Syahbandar Priok, serta IPDA Eko Wahyu Buntoro dari Pusinafis Bareskrim Mabes Polri.
Hadir pada FGD kali ini, para praktisi pelayaran, Pelindo, dan instansi terkait lainnya di Priok. (WAN/***)






























