PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan kondisi KM Sabuk Nusantara 91 aman dan terkendali setelah mengalami kebakaran saat melayani rute Kalianget–Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).
Keterangan resmi dari PELNI menyebutkan bahwa api berhasil dipadamkan oleh anak buah kapal (ABK) dalam waktu sekitar 20 menit dengan menggunakan perlengkapan pemadam yang tersedia di kapal. Setelah itu, awak kapal melakukan proses pendinginan untuk memastikan kondisi tetap aman.
PELNI menyampaikan bahwa berdasarkan informasi terkini, tidak ditemukan kerusakan pada struktur kapal maupun bagian struktural lainnya. Seluruh penumpang dilaporkan dalam kondisi aman, situasi di atas kapal tetap kondusif, dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Setelah penanganan kebakaran, KM Sabuk Nusantara 91 melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Kangean. Kapal diperkirakan tiba pada pukul 18.00 WIB, Senin (19/10/2026). PELNI menyatakan terus memantau perkembangan kondisi kapal dan memastikan aspek keselamatan tetap menjadi perhatian selama pelayaran.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama perusahaan.
“Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama PELNI. Kami memastikan kondisi kapal dan penumpang menjadi perhatian utama dalam penanganan setiap situasi yang berpotensi mengganggu operasional pelayaran. Kesiapsiagaan awak kapal, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, serta koordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal,” ujar Ditto.
Ditto menjelaskan, kesiapsiagaan ABK menjadi bagian mendasar dalam menghadapi potensi keadaan darurat di kapal. Setiap awak kapal memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mengenali potensi bahaya, menjalankan prosedur keselamatan, serta mengambil tindakan sesuai kewenangannya ketika menghadapi situasi yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Menurut PELNI, peningkatan kompetensi awak kapal dilakukan melalui pemenuhan sertifikasi sesuai ketentuan, pelatihan keselamatan, serta pemahaman terhadap prosedur penanganan keadaan darurat. Perusahaan juga menyatakan terus menjalankan pemeriksaan dan pemeliharaan armada, memenuhi perlengkapan keselamatan, serta memastikan kesiapan awak kapal sesuai standar dan regulasi yang berlaku.
PELNI menyadari informasi mengenai insiden kapal dapat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut antarpulau. Karena itu, perusahaan berkomitmen menyampaikan perkembangan informasi berdasarkan hasil konfirmasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebelumnya, KM Sabuk Nusantara 91 dilaporkan mengalami kebakaran ketika dalam perjalanan menuju Pulau Sapeken.
PELNI menyatakan akan terus memperkuat budaya keselamatan, meningkatkan kompetensi awak kapal, serta memastikan prosedur keselamatan diterapkan dalam kegiatan operasional guna mendukung layanan transportasi laut yang aman dan andal bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, membenarkan kejadian tersebut. Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar satu setengah jam setelah kapal lepas sandar. “(Kejadian) di seputaran Talango ujungnya atasnya sana, yang mau ke arah Giliyang dan Sapudi itu. Bagian barang itu memercik keluar api, ya,” kata Anas. (**)






























