IPC Terminal Petikemas Pontianak terus mengukir prestasi, tergambar kinerja operasional tahun 2026 sangat positif.
Data mencatat, sepanjang periode tahun ini hingga bulan Juli 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data operasional year-on-year, realisasi throughput petikemas tercatat sebesar 163.274 TEUs, meningkat dibandingkan dengan realisasi s/d Juli 2025 yang mencapai 158.771 TEUs atau kenaikan mencapai 103%.
“Kami berkomitmen mendorong kinerja logistik dan kelancaran arus ekspor impor dari Kalimantan Barat ke pasar nasional dan global dengan melanjutkan transformasi layanan melalui program pemeliharaan alat bongkar muat secara berkesinambungan serta peremajaan fasilitas lapangan yang lebih efisien serta penerapan elektrifikasi pada peralatan Bongkar Muat meliputi 2 unit QCC, 2 unit GJC, dan 8 unit RMGC. Inisiatif ini dirancang untuk menghadirkan layanan yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan logistik yang terus berkembang,” ujar M. Loutfi Hidayat, manager area IPC TPK Pontianak, kepada Ocean Week, Jumat pagi, di Pontianak.
Menjawab beroperasi terminal petikemas Kijing, Loutfi menyampaikan bahwa Terminal Kijing sejak 29 Juni 2026 lalu resmi melayani Petikemas eksport perdana (maiden voyage) menggunakan kapal PT. Pulau Laut Line.
“Hingga saat ini Terminal Kijing telah melayani kegiatan bongkar muat Petikemas Kunjungan Kapal yang ke 7 (ship call) dengan rute Tanjung Priok-Kijing-Tanjung Priok (Domestik) dan Pasir Gudang-Kijing-Pasir Gudang (Ocean Going),” katanya.
Dia menambahkan, peralatan eksisting yang dimiliki Terminal Kijing untuk melayani kegiatan Bongkar Muat Petikemas meliputi 1 unit QCC, 2 unit HMC, 2 unit RTG, 2 unit Reach Stacker dan 2 unit Head Truck.
GM Pelindo Pontianak Kalbar Yanto membenarkan hal itu. “Sejak launching Juni lalu, sudah banyak kegiatan kapal petikemas, baik untuk domestik maupun luar negeri,” katanya. (**)






























