Ketua DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Bangka Eko Supriyadi mendesak pemerintah segera melakukan pengerukan terhadap alur pelayaran pelabuhan Pangkal Balam, Bangka.
“Draf nya hanya tinggal 3,2 Lws. Makanya kapal-kapal 3.000 GT nggak bisa masuk, harus menunggu air pasang,” ujarnya saat dihubungi Ocean Week, per telpon, Jumat (9/1/2026).
Menurut Eko, dari pertemuan terakhir antara pihak KSOP, Pelindo, dan INSA, masih belum ada kepastian kapan pengerukan alur pelayaran dilaksanakan. “Kayaknya Pelindo yang diminta untuk mengerjakan pengerukan. Tapi, nggak tau kapan itu dilaksanakan,” kata Eko prihatin.
Eko juga mengaku prihatin atas kondisi yang ada di pelabuhan Pangkal Balam tersebut. Sudah alurnya dangkal, ada pula kapal tenggelam yang hingga sekarang belum diangkat.
Sementara itu, GM Pelindo Regional 2 Pangkal Balam Achmad Yoga Suryadarma menyampaikan bahwa pelabuhan Pangkal Balam saat ini masih tetap normal melayani kegiatan kapal.
“Hanya saja, terkadang harus menunggu air pasang untuk masuk pelabuhan,” ungkapnya.
Ketika ditanya kapan alur pelayaran dikeruk, Yoga mengatakan belum mengetahuinya. (***)





























