Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyoal mahalnya biaya logistik lewat laut. Sehingga program tol laut dinilainya belum berjalan sesuai harapan, bisa menekan cost logistik dan disparitas harga.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi pada saat membuka rapat terbatas tentang Akselerasi Program tol laut di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/3).
Presiden Joko Widodo mengkritisi biaya logistik antardaerah yang masih cenderung mahal.
Presiden Jokowi mencatat biaya logistik dari Jakarta ke sejumlah daerah seperti Padang, Medan, Banjarmasin, dan Makassar jauh lebih mahal dibandingkan dengan pengiriman barang dari Jakarta ke Singapura, Bangkok, Hong Kong, dan Shanghai.
“Ini harus dibenahi sehingga tujuan awal tol laut untuk tekan disparitas harga bisa tercapai,” katanya.
Presiden meminta jajarannya untuk mencari tahu dimana pusat permasalahan, apakah pada dwelling time pelabuhan atau monopoli dalam distribusi barang.
Presiden juga mendapat laporan bahwa biaya sulit turun akibat ketidakseimbangan muatan dari barat ke timur dibandingkan dengan sebaliknya. “Ini memang betul. Begitu dari timur kembali ke barat itu muatannya jauh berkurang,” ungkapnya.
Hingga memasuki Januari 2020, sebanyak 26 trayek tol laut telah beroperasi dengan anggaran Rp439 miliar.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Kementerian Perhubungan, Wisnu Handoko mengatakan selama 5 tahun terakhir pihaknya sudah mempelajari berbagai kebutuhan untuk penyelenggaraan tol laut.
Menurut Wisnu pada 2018 terdapat sekitar 15 rute, lalu pada 2019 terdapat 19 trayek dan pada 2020 sudah menjadi 26 trayek.
Dia menuturkan program tol laut menjadi proses pembelajaran bagi pemerintah dan pelaku usaha agar menjadi lebih efisien dalam pemakaian anggaran.
Untuk diketahui, dalam bulan lalu, pihak Ditjen Hubla Kemenhub telah mengumpulkan para pelaku JPT di Surabaya untuk membahas soal biaya angkutan kapal tol laut yang masih dikeluhkan karena mahal.
Melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya para pelaku usaha JPT sepakat untuk menyamakan biaya angkut barang tol laut. (***)





























