Banyak kapal mengantri untuk sandar dan bongkar muat barang di Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka, gegara peralatan Jib crane rusak dari tanggal 2 Januari 2026 dan hingga saat ini belum selesai diperbaiki.
“Kemarin, kapal Pulau Laut terlambat 30 jam, akibatnya kapal itu terpaksa keluar karena tidak ada alat untuk bongkar muat,” ujar Ketua DPC INSA Bangka, Eko Supriyadi menjawab Ocean Week melalui WhatsApp nya, Sabtu pagi.
Eko menyampaikan keprihatinannya karena ada kapal yang muatannya dibongkar sangat lambat, hingga 5 hari. “Jibcrane yang di gunakan PT PTP pelabuhan Pangkalbalam rusak mulai 02 Januari 2026, dan hingga sekarang belum bisa digunakan,” ungkapnya.
Menurut Eko, banyak kapal mengantri, misalnya, kapal Alken Pesona, WGM 256 T, BG LL 2517, Vidi no 1, Trans Jaya, Buana Mekar, BG Pasific Sun, dan Keposang Jaya. “Kenapa perbaikan terhadap peralatan bongkar muat lama sekali, sebagai pelayaran kami juga dirugikan, karena barang yang kami muat dan harus dibongkar terpaksa menunggu berhari-hari,” kata Eko bertanya.
Dia juga menyampaikan bahwa saat ini ada 4 kapal sedang melakukan bongkar barangnya, yakni kapal Sentosa 23, Intan 71, Fukuho, dan Shumei.
Eko mengungkapkan agar pihak bersangkutan segera memperbaiki Jibcrane tersebut, karena dengan rusaknya alat itu sangat menghambat bongkar muat.
Keruk Alur
Sebelumnya Ketua DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Bangka Eko Supriyadi juga mendesak pemerintah segera melakukan pengerukan terhadap alur pelayaran pelabuhan Pangkal Balam, Bangka.
“Draf nya hanya tinggal 3,2 Lws. Makanya kapal-kapal 3.000 GT nggak bisa masuk, harus menunggu air pasang,” ujarnya saat dihubungi Ocean Week, per telpon, Jumat (9/1/2026).
Menurut Eko, dari pertemuan terakhir antara pihak KSOP, Pelindo, dan INSA, masih belum ada kepastian kapan pengerukan alur pelayaran dilaksanakan. “Kayaknya Pelindo yang diminta untuk mengerjakan pengerukan. Tapi, nggak tau kapan itu dilaksanakan,” kata Eko prihatin.
Eko juga mengaku prihatin atas kondisi yang ada di pelabuhan Pangkal Balam tersebut. Sudah alurnya dangkal, ada pula kapal tenggelam yang hingga sekarang belum diangkat.
Sementara itu, GM Pelindo Regional 2 Pangkal Balam Achmad Yoga Suryadarma menyampaikan bahwa pelabuhan Pangkal Balam saat ini masih tetap normal melayani kegiatan kapal.
“Hanya saja, terkadang harus menunggu air pasang untuk masuk pelabuhan,” ungkapnya.
Ketika ditanya kapan alur pelayaran dikeruk, Yoga mengatakan belum mengetahuinya. (***)






























