Sebanyak 2114 Kapal sudah dilakukan uji petik. Kapal-kapal tersebut terdiri dari 570 kapal penumpang, 157 kapal tradisional, 471 kapal penyeberangan, 812 kapal wisata, dan 104 kapal cepat.
Hal itu diungkapkan Lollan Panjaitan, Sesditjen Hubla dalam sambutannya yang dibacakan Heri Junaedi, Kabag Humas Ditjen Perhubungan Laut kepada pers, Selasa (10/2), di kantor ASDP Banyuwangi, dalam Acara Media Relations.
Lollan juga menyampaikan bahwa rencana operasi Angkutan Lebaran 2026, akan dimulai pada akhir Februari, saat dibukanya Posko Angkutan Lebaran.
Kata Lollan, selain kapal-kapal yang sudah siap melayani masyarakat, Kemenhub juga menyiapkan kapal negara. “Kapal negara standby, sebagai angkutan tambahan untuk melayani masyarakat yang akan mudik, terutama di pulau-pulau,” ungkapnya.
Sementara itu, Lutfi, GM ASDP Regional 3 Banyuwangi mengatakan seluruh pola kapal operasi beralih menggunakan pola operasi padat. Langkah ini, ujarnya, diambil guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan dan memastikan efektifitas layanan selama periode angkutan lebaran 2026.
Menurut dia, pada angkutan Lebaran 2026, ASDP menyiapkan 55 unit kapal, 17 dermaga (Ketapang Gilimanuk), jangkar lembar 1 kapal 2 dermaga. “55 kapal itu adalah disiapkan oleh 23 perusahaan. Lalu untuk rute Tanjungwangi Lembar dilayani 4 kapal,” katanya.
Dia memprediksi mudik Lebaran akan padat mulai H-7 (tanggal 13/3).
Pada Lebaran 2026, Kemenhub juga menyiapkan kuota 50.000 penumpang kelas ekonomi
Angkutan laut menyiapkan kuota 50.000 penumpang kelas ekonomi gratis. (***)




























