Untuk menambah layanannya, PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk menambah 4 kapal yang dipesan dari galangan PT Citra Shipyard.
Ketika hal itu ditanyakan ke Capt. Supardi, Direktur Operasi PT JAI, Ocean Week disuruhnya menanyakan kepada Dirut JAI atau bagian Teknik JAI. “Coba tanyakan ke Pak Dawam (Dirut JAI-red), kontrak bukan dibagian saya, adanya di tehnik atau Dirut,” katanya singkat melalui WhatsApp-nya, kemarin sore.
Dirut PT JAI Dawam Atmosudiro yang dikonfirmasi mengenai masalah tersebut melalui WhatsApp-nya juga belum memberi jawaban hingga berita ini ditulis.
Sebelumnya kepada pers, Dawam menyatakan, PT JAI datangkan empat kapal tunda senilai Rp 223,85 miliar yang dikerjakan PT Citra Shipyard, dan baru selesai pada bulan Januari 2020.
Menurut Dawam, proses pengerjaan kapal tunda bisa memakan waktu 16 bulan. Kapal baru ini juga tergolong kapal tunda berukuran besar.
Dirut JAI juga menyatakan, pengalaman selama ini, penundaan kapal kontainer berukuran besar harus dilakukan oleh tiga kapal tunda milik JAI. Dengan kapal bertenaga 2×2200 HP, maka penundaan kapal besar bisa dilakukan hanya dengan satu kapal tunda saja.
Katanya, dua dari empat kapal yang akan datang pada Januari 2020 mendatang, direncanakan beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Sekarang ini, total kapal tunda yang dimiliki JAI sekitar 30 unit.
Kapal-kapal JAI itu, bukan saja beroperasi di Tanjung Priok, namun di seluruh pelabuhan yang dioperasikan Pelindo II. Selain itu, juga di pelabuhan milik PT Semen Padang, PT Chandra Asri Petrochemical, PT Cemindo Gemilang, PT MK Energy, PT Muara Alam Sejahtera, di Inland Waterways Lintas Ampera, di pelabuhan lepas pantai milik PT Pertamina dan PT Nusantara Regas.
Seperti diketahui, bahwa anak perusahaan PT Pelindo II tersebut meraup dana Rp461,89 miliar pada IPO akhir tahun lalu. Saat ini serapan dana tersebut masih nol. Perseroan menempatkan dana hasil IPO dalam bentuk deposito pada Bank BTN sebesar Rp250 miliar dengan tingkat suku bunga 6,2%, sisanya Rp189 miliar ditempatkan dalam bentuk giro pada Bank Mandiri.
Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih 50% atau mencapai Rp 150 miliar dibanding proyeksi laba di tahun 2017 lalu sebesar Rp 100 miliar. Sementara target pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 1 triliun atau tumbuh dari proyeksi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 800 miliar. Makanya, untuk memenuhi target yang cukup tinggi tersebut, perseroan sudah menyiapkan ekspansi di tahun ini dengan membeli armada kapal pandu tunda baru.
JAI yang di bursa saham berkode IPCM itu, menyiapkan anggaran belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp250 miliar untuk melancarkan rencana ekspansinya. Selain menambah jumlah armada, IPCM juga mengincar kontrak baru di tahun ini. Diharapkan di 2018 ini bisa menambah hingga tiga kontrak pandu tunda untuk terminal khusus lepas pantai atau ship-to-ship (STS) yang berada di luar wilayah operasi Pelindo II. (nrc/ow/**)






























