Selama isu Covid-19 yang berasal dari Wuhan Tingkok merebak ke penjuru dunia dari Januari sampai Maret 2020, aktivitas ekspor impor dan kunjungan kapal ke pelabuhan Tanjung Priok cenderung menurun.
Dari data yang diperoleh Ocean Week di Pelabuhan Indonesia Cabang Tanjung Priok, menyebutkan bahwa kunjungan kapal asal negara China pada bulan Januari 2020 tercatat 49 unit, dengan GT 1593149. Sedangkan di bulan Februari turun menjadi 34 unit dengan 1031244 GT.
Namun jika dibandingkan dengan bulan sama di tahun 2019, ada kenaikan, karena di bulan Januari tahun 2019 hanya 46 unit dengan 1341782 GT, dan bulan Februari tercatat 32 unit dengan 905220 GT.
Penurunan tersebut diakui GM PT Pelindo II Cabang Tanjung Priok Suparjo. “Kalau dipersentase turun sekitar 5% saja,” katanya kepada Ocean Week, di kantornya, di Priok, Jumat (13/3)
Menurut Suparjo, selama dua bulan terakhir (Januari-Februari 2020) juga ada pengurangan call kapal untuk pergerakan dari dan ke Asia (China), meskipun penurunannya tak terlalu signifikan.
“Saat ini saja sudah mulai terjadi sedikit pengurangan arus kapal, penurunan arus barang terutama untuk internasional, Asia Timur terutama di Pelabuhan Tanjung Priok karena pelabuhan itu pelabuhan terbesar. Penurunannya sampai dengan Februari sekitar 5%-lah,” ungkapnya.
Mantan Direktur Operasi PT MTI ini, virus Covid-19 memberikan dampak terhadap penurunan arus barang karena sejalan dengan penurunan produksi dan distribusi. Dia berharap dampak dari Corona tersebut tak akan banyak memukul kinerja pendapatan lantaran terjaganya tingkat perdagangan domestik antar pulau di Indonesia.
Suparjo mengatakan, baik insentif maupun relaksasi lebih jauh yang dapat dilakukan oleh pemerintah nantinya juga bergantung dengan volume barang yang diproduksi oleh China, sebagai pusat manufaktur dunia. Dengan minimnya volume produksi juga tidak serta membuat insentif dari pemerintah memberikan dampak yang signifikan.
Pelindo II juga telah mengantisipasi dengan mulai meningkatkan distribusi arus barang dalam negeri antar pulau di wilayah Indonesia barat dan Timur setelah sebelumnya banyak berorientasi terhadap aktivitas ekspor dan impor barang.
Sejauh ini, Lanjut Suparjo, virus Corona lebih banyak berpindah melalui manusia sedangkan mayoritas pelabuhan adalah pelabuhan barang. Meski demikian, antisipasi tetap harus dilaksanakan.
Pelindo II juga tengah mengantisipasi penyebaran virus Corona dengan mewajibkan seluruh petugas pelabuhan dalam memeriksa Kapal sebelum bersandar di pelabuhan. Lalu ketika kapal sudah berlabuh bekerja sama dengan kesehatan pelabuhan. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan BNPB.
“Kami juga melakukan antisipasi lapangan, membagikan masker, kapal yang akan merapat akan diperiksa dulu oleh tim kantor kesehatan pelabuhan, setelah dinyatakan free baru bisa merapat. Sepanjang kru tidak terindikasi korona, kapal boleh merapat. Untuk petugas di pelabuhan juga wajib menggunakan masker dan melakukan upaya pencegahan corona,” katanya.
Bahkan, saat ini untuk masuk ke kantor Pelindo saja, mesti diperiksa suhu badannya. Sewaktu Ocean Week mau bertemu dengan Suparjo, GM Pelindo Cabang Tanjung Priok pun harus melalui pemeriksaan itu. (***)






























