Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini resmi mencanangkan penggunaan B50 sebagai bahan bakar untuk angkutan (kapal, truk), namun apakah sosialisasi mengenai bagaimana B50 aman buat kapal dan alat transportasi lain, bagaimana hasil ujicobanya, apakah terbukti tak ada masalah.
Lalu pertanyaan pun muncul, apakah ketersediaan B50 ini sudah cukup untuk bahan bakar kapal, bagaimana B50 ini aman buat komponen kapal, karena konon BBM jenis ini lebih mudah menyerang filter mesin, benarkah demikian ?. Untuk memperoleh informasi mengenai hal itu, Ocean Week (OW) mencoba menggali kebenarannya kepada Carmelita Hartoto (CH). Berikut hasil wawancaranya.
OW : Pemerintah sudah resmi merilis penggunaan B50, bagaimana menurut INSA, apakah tak ada pengaruh terhadap kapal ?
CH : Pada dasarnya kami mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun ketahanan energi dan menekan impor BBM. Tapi memang pelayaran ini kan punya karakteristik berbeda ya, baik dari spesifikasi mesin, daya, power dan lainnya, jadi memang kita melihat perkembangan implementasinya di mesin kapal nanti seperti apa.

OW : Apa sikap INSA dalam hal ini ?
CH : Kami mendukung kebijakan ini sepanjang pada praktiknya tetap memperhatikan keselamatan kapal, kelancaran operasional kapal, dan keandalan mesin kapal tentunya ya, dan yang tak kalah penting adalah harga dan ketersediaannya.
OW : Katanya B50 akan membuat kapal bisa sering rusak pada komponen tertentu , apakah bener itu ?
CH : Yang kami pelajari memang ada penurunan waktu pakai pada part tertentu, terutama filter, maka kami memang concern pada standar biodiesel tercapai dan isu teknis lainnya.
OW : Apakah BBM B50 itu sudah tersedia banyak dan bisa memenuhi kebutuhan kapal ?
CH : Sebaiknya ditanyakan kepada pemerintah ya.
OW : Saran dan harapan ibu selalu ketum INSA mengenai hal ini ?
CH : Kami harap tetap membuka dialog dengan pelaku usaha ya terkait implementasi B50 ini agar tidak mengganggu kelancaran transportasi dan logistik nasional.
OW : Bagaimana kondisi bisnis pelayaran saat ini ?
CH : Di tengah ketidakpastian global seperti sekarang kita, kenaikan minyak dunia dll, maka dengan berbagai upaya, kita meyakini sektor pelayaran masih bisa tumbuh. (***)































