Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang merayakan HUT ke-54, di Kampusnya di Semarang. Sebanyak 200 perwakilan taruna-taruni di Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (Akpelni) Semarang mendapatkan edukasi keamanan dan keselamatan pelayaran sebagai bekal setelah lulus sekolah, pada Senin (17/9).
Direktur Akpelni Semarang, Capt Achmad Sulistyo mengatakan pihaknya akan melakukan wisuda ke-42 kepada para taruna-taruni tanggal 21 September mendatang. Harapannya para lulusan Akpelni bisa lebih mempersiapkan diri untuk bersaing di dunia pelayaran dan mengerti serta mampu menjawab tantangan bidang maritim yang saat ini digalakkan pemerintah Republik Indonesia.
“Program pemerintah yang memiliki misi Indonesia menjadi poros maritim dunia, membuat kami terlecut untuk menyiapkan lulusan terbaik. Apalagi program tol laut akan menambah ratusan kapal dan beberapa liner pelayaran. Akpelni siap menyalurkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan tambahan ilmu terkait keamanan dan keselamatan pelayaran,” kata Achmad Sulistyo. Pada kesempatan tersebut digelar pula seminar tentang kemaritiman.
Pada kesempatan HUT, juga dilakukan pemasangan Tugu Jangkar yang ditempatkan di samping pintu masuk kampus Akpelni Semarang. Tugu Jangkar itu asli dari kapal tanker yang sudah tidak terpakai lagi di Surabaya dan dibawa khusus Corps Alumni Pertamina Shipping.
Wakil Ketua Corps Alumni PT Pertamina Shipping, Pardiansyah mengatakan, pemberian Tugu Jangkar itu sudah lama direncanakan sejak tahun 2006. Di bawah Tugu Jangkar tersebut juga terdapat tulisan ‘Pelaut yang tangguh tak terlahir dari lautan yang tenang tetapi melalui terpaan badai dan terjangan gelombang.
Menurut Achmad Sulistyo, kalimat dalam tulisan itu untuk memberikan semangat kepada para juniornya untuk dapat terus mengejar cita-citanya. (***)





























