Mulai Januari 2018, PT Pelni mengoperasikan kapal baru untuk melayani program tol laut rute Tanjung Perak Surabaya-Paumako Timika-Agats Asmat hingga Merauke pergi pulang (PP) sekali sebulan.
Sedangkan tarif ekspedisi barang (terutama sembako) menggunakan kapal tol laut dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Paumako Timika ditetapkan Rp7 juta per konteiner.
Sebelum ada pengoperasian kapal tol laut, harga sewa barang per konteiner dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Paumako Timika berkisar Rp40-an juta.
Saat ini harga sewa barang per konteiner menggunakan kapal-kapal perusahaan swasta itu dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Paumako Timika hanya berkisar Rp15 juta.
Kepala Cabang PT Pelni Timika Mastur Suaidi di Timika, mengatakan harga sejumlah barang kebutuhan pokok, terutama daging ayam mengalami penurunan drastis dari sebelum adanya program tol laut. “Pada tahun 2015 ke bawah, harga daging ayam beku di Timika dijual pada kisaran Rp50-an ribu hingga Rp60 ribu/kg. Namun kini harga daging ayam beku di Timika dijual antara Rp27 ribu-Rp30 ribu/kg,” katanya, Sabtu (27/1).
Menurut Siaidi, kebijakan tol laut juga berdampak langsung pada penurunan tarif ekspedisi barang dari Surabaya ke Timika menggunakan kapal dagang milik swasta seperti PT SPIL, PT Temas dan PT Tanto.
“Sekarang tarif kapal swasta ikut turun drastis. Tadinya sampai Rp40-an juta per konteiner, terutama konteiner reefer, sekarang tinggal belasan juta,” ungkapnya.
Meskipun saat ini kapal-kapal swasta yang dioperasikan oleh sejumlah perusahaan masih mengangkut barang kebutuhan pokok masyarakat, namun harga jual barang tersebut akan turun dengan sendirinya lantaran tarif kapal swasta juga kini ikut turun.
“Program tol laut tetap berlanjut terus secara rutin satu bulan sekali. Animo pengusaha Timika sekarang semakin meningkat. Di bulan Desember, kapal tol laut mengangkut 60 TEUs dari Surabaya ke Timika. Itu pencapaian tertinggi. Kalau sebelumnya maksimal sebanyak 38 TEUs,” jelas Suaidi.
Barang-barang yang bisa diangkut dengan kapal program tol laut tersebut yaitu hanya khusus sembako seperti semen, beras, gula pasir, minyak goreng, daging beku dan lainnya.
Pengusaha yang hendak mengangkut sembako ke Timika menggunakan jasa kapal tol laut selain berkoordinasi dengan Pelni, juga harus melapor ke kantor dinas perdagangan Kota Surabaya. (ant/**)





























