Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melantik 13 pejabat eselon I sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2020 yang mengatur perubahan nomenklatur di kementerian ini.
Airlangga menyatakan perubahan nomenklatur tersebut harus diikuti dengan peningkatan kontribusi untuk perbaikan ekonomi negara. Apalagi, saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi virus Corona yang menekan berbagai sektor ekonomi.
“Saya berharap pejabat pimpinan tinggi madya Kemenko Perekonomian dapat berkontribusi positif dalam rangka menyelesaikan masalah perekonomian yang sedang kita hadapi,” kata Erlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5).
Menurut Airlangga tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah saat ini antar lain penanganan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pelaksanaan kebijakan kartu prakerja yang dipercepat akibat pandemi.
Selain itu, ujarnya, masih ada juga tantangan yang belum terselesaikan sejak bertahun-tahun lalu, yaitu tentang ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pangan. Demikian pula soal meningkatkan efisiensi dan kinerja BUMN.
Airlangga mengungkapkan bahwa pekerjaan lain yang harus diselesaikan adalah menyangkut kebijakan tata ruang nasional untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang produktif dan berkelanjutan.
“Kemudian, tentu saja pengawalan pembahasan RUU Cipta Kerja serta penyusunan regulasi pelaksanaanya sebagai salah satu upaya kita untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Erlangga.
Para pejabat yang dilantik Menko Perekonomian, yakni Susiwijono sebagai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Iskandar Simorangkir sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan. Lalu Musdhalifah Machmud sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis; dan Montty Girianna sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Riset, dan Inovasi.
Mohammad Rudy Salahuddin sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bambang Adi Winarso sebagai Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri.
Wahyu Utomo sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang.
Rizal Affandi Lukman sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional.
Elen Setiadi sebagai Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi.
Raden Edi Prio Pambudi sebagai Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam.
Mira Tayyiba dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan SDM.
Bobby Hamzar Rafinus sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah.
Lestari Indah sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi. (**)



























