Pelaku usaha logistik Jawa Timur memprediksi volume ekspor barang dari Bali mencapai 1000 TEUs per bulan dan akan terus tumbuh pada masa mendatang.
Barang ekspor dari Bali berupa ikan dan produk kerajinan khas Bali. Disayangkan jika problem penyeberangan Ketapang – Gilimanuk tidak segera diselesaikan.
“Dalam catatan kami ekspor dari Bali mencapai 1000 TEUs pertahun dan akan terus bertambah untuk tahun berikutnya. Sayang sekali kalau masalah penyeberangan Ketapang – Gilimanuk tidak segera diselesaikan,” kata Iko Sukma pengurus bidang perdagangan internasional DPW ALFI Jawa Timur, Selasa (13/10).
Hal yang harus dipercepat lanjutnya, adalah realisasi investasi dermaga, kapasitas dan kualitas dermaga harus ditingkatkan. Armada kapal penyeberangan juga diperbesar supaya bisa menampung lebih banyak kendaraan.
“Masalahnya pertumbuhannya bukan hanya barang, tetap arus wisatawan juga ikut meningkat,” kata Iko.
Sementara dari pelaku usaha pelayaran berpendapat, arus logistik bisa lancar kalau pemerintah mau membuka rute kapal petikemas Surabaya – Benoa.
Membuka dermaga khusus, mendatangkan peralatan bongkar muat dan membuka lapangan penumpukan.
“Kami siap, kapal ada. Tinggal regulatornya saja membuka ijin dan fasilitas di Benoa sana,” ujar salah satu pengusaha pelayaran di Surabaya.
Yang cocok, lanjut dia, rute Surabaya – Benoa dibuka seminggu sekali menggunakan kontainer 40 feet.
“Butuh satu hati untuk menciptakan kelancaran transportasi Jawa Timur dan Bali,” tambahnya. (**/fail)






























