Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi resmi membuka webinar naisonal yang digelar ABUPI, pada Sabtu (20/2/2021), secara virtual dari kantor Kemenhub, di Jakarta.
Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke 6 Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI). Hadir pada kesempatan ini antara lain, Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo, direktur KPLP Ahmad, ketua dewan pembina ABUPI Carmelita Hartoto, Sekjen APBMI Sahat, Yukki Nugrahawan Hanafi ketua umum ALFI, ketua umum ISAA Juswandi Kristanto, dan para ketua Korwil ABUPI di seluruh indonesia.
Menhub Budi Karya pada sambutannya menyatakan selamat atas ultah ke-6 asosiasi ini. “ABUPI diharapkan bisa tumbuh dan dapat membantu pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan sektor maritim Indonesia,” katanya.
Menurut Menhub, pelabuhan itu memiliki peran penting sebagai pintu gerbang perekonomian dan penunjang industri.
“Mengingat pentingnya peran pelabuhan, maka pembangunan infrastruktur fasilitas maupun peningkatan pelayanan sangatlah penting,” ungkapnya.

Budi Karya mengatakan dengan pandemi covid-19, pelabuhan pun ikut terdampak. “Kami berharap bagaimana impian untuk mewujudkan pelabuhan yang berdaya aaing dapat terealisasi,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Pembina ABUPI Carmelita Hartoto mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur pelabuhan akan memiliki dampak pada penurunan biaya logistik.
“Biaya logistik Indonesia masih tinggi, masih 24% dari GDB kita. Tarif pelabuhan juga masih tinggi,” ujarnya.
Meme (panggilannya) juga menyinggung mengenai pelabuhan Patimban. Dia berharap Patimban dapat menjadi pelabuhan modern. “Pelayaran terus mendorong adanya sistem booking kontainer,” katanya.
Ketua Umum DPP INSA inipun mengingatkan kepada semua pihak bagaimana bisa menjadi ‘Tuan Rumah’ di negeri sendiri untuk sektor kemaritiman ini.
Sedangkan ketua umum ABUPI Aulia Febrial Fatwa menyatakan dalam ultah ke-6 kali ini, selain ada kegiatan webinar juga akan dilakukan Rakernas secara virtual mengingat situasi dan kondisi saat ini pandemi Covid 19 masih berlansung, harapan kami walaupun dilaksanakan secara virtual tidak akan mengurangi urgensi dan substansi dari Rakernas sebagaimana yang di amanahkan oleh Anggaran Dasar ABUPI,” kata Febri.
Agenda Rakernas kali ini selain mengevaluasi program kerja di tahun 2020 juga menyusun program kerja untuk tahun 2021.
“Tujuan diselenggaraknnya Webinar Nasional ini, untuk menyikapi dampak yang signifikan dengan adanya pandemi covid 19 terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. ABUPI, senantiasa berkomitmen untuk memberikan pandangan dan berupaya untuk berperan serta pada tahapan pemulihan perekonomian saat ini sebagai katalisator,” kata Febri.
Dia juga mengatakan, bahwa upaya pemulihan perekonomian akan melalui proses yang panjang dalam pemulihan kehidupan masyarakat, peran pelabuhan menjadi sangat penting dan diperlukan adanya sinergitas diantara pemangku kepentingan, Kepelabuhanan, Pelayaran, Logistik, dan Pemerintah untuk memastikan operasional pelabuhan tidak terganggu, agar alur perdagangan berjalan lancar tetap dapat melayani di masa pandemi Covid 19 mengingat sebagian besar barang diangkut melalui jalur laut.
Febri pun mengaku prihatin dengan adanya pandemi covid yang turut melanda Indonesia. “Meski sudah cenderung menurun dan sudah mulai ada masa pemulihan, tapi ini tidaklah gampang,” ungkapnya.
Tak lupa Febri mengucapkan terima kasih kepada Menhub Budi Karya yang telah bersedia membuka acara ini, juga para pihaknya yang telah membantu atas terselenggaranya acara ini. “Kita masih harus bekerja lebih keras lagi setelah diterpa covid yang sudah berlangsung sekitar 1 tahun ini,” katanya.
Saat berita ini ditulis, acara wibinar masih berlangsung, dan para Nara sumber sedang mempresentasikan makalahnya masing-masing. (**)





























