Akibat cuaca buruk, pelayaran dari Sinabang pulau Simeulue ke wilayah kabupaten Aceh Selatan dan kabupaten Aceh Barat terpaksa dihentikan sementara. Kapal Sabuk Nusantara 110 pun belum bisa dioperasikan, termasuk KMP Teluk Sinabang dan Labuhan Haji.
Data dari BMKG menyebutkan, salah satu penyebab terhentinya aktivitas pelayaran tersebut karena ketinggian gelombang di Samudera Indonesia wilayah barat Aceh sangat tinggi mencapai di atas 3 meter.
“Terhentinya aktivitas pelayaran dari Pulau Simeulue ke daratan Aceh karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan kapal untuk berlayar, sangat berisiko,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Romi Masri, dikutip dari Antara di Meulaboh, Minggu (23/6).
Selain cuaca dan gelombang tinggi, menurut Romi, kerusakan pintu keluar masuk kendaraan dan penumpang (ram door) juga menyebabkan kapal KMP Teluk Sinabang belum bisa beraktivitas seperti biasanya. “Saat ini kerusakan ram door kapal sedang dilakukan perbaikan di Pelabuhan Sibang, Kabupaten Simeulue, Aceh,” ungkapnya.
Romi menuturkan, dua kapal RoRo yang biasa beraktivitas di wilayah ini belum bisa beroperasi hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Untuk jenis Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 110, juga belum bisa dioperasikan akibat faktor cuaca,” kata Romi. (ant/**)






























