• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sunday, December 7, 2025
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Hingga Juli, Cosco Tangani 66,72 juta TEUs

    Hingga Juli, Cosco Tangani 66,72 juta TEUs

  • Port
    Kemenko Perekonomian Apresiasi Transformasi Operasional Pelindo di KTI

    Kemenko Perekonomian Apresiasi Transformasi Operasional Pelindo di KTI

    PT Pelabuhan Lembar Sejahtera Peroleh Konsesi 30 Tahun

    PT Pelabuhan Lembar Sejahtera Peroleh Konsesi 30 Tahun

    Terminal Petikemas Kijing Masih Terkendala Infrastruktur Pendukung, Kenapa..

    Terminal Petikemas Kijing Masih Terkendala Infrastruktur Pendukung, Kenapa..

    Pelabuhan Baai Sudah Kembali Normal, Alur Masih Terus Dikeruk

    Pelabuhan Baai Sudah Kembali Normal, Alur Masih Terus Dikeruk

    Jika Tanjung Carat Jadi, Boom Baru Ditutup

    Jika Tanjung Carat Jadi, Boom Baru Ditutup

    DP World Tambah Investasi US$ 5 Miliar di India

    DP World Tambah Investasi US$ 5 Miliar di India

    Kemenhub Kelola Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

    Kemenhub Kelola Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

    Pengerukan Masih Dilakukan, Kapal Kontainer Bisa Masuk Bengkulu

    Pengerukan Masih Dilakukan, Kapal Kontainer Bisa Masuk Bengkulu

    Layanan Perdana Ekspor dari TTL Gunakan Multimoda

    Layanan Perdana Ekspor dari TTL Gunakan Multimoda

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Hingga Juli, Cosco Tangani 66,72 juta TEUs

    Hingga Juli, Cosco Tangani 66,72 juta TEUs

  • Port
    Kemenko Perekonomian Apresiasi Transformasi Operasional Pelindo di KTI

    Kemenko Perekonomian Apresiasi Transformasi Operasional Pelindo di KTI

    PT Pelabuhan Lembar Sejahtera Peroleh Konsesi 30 Tahun

    PT Pelabuhan Lembar Sejahtera Peroleh Konsesi 30 Tahun

    Terminal Petikemas Kijing Masih Terkendala Infrastruktur Pendukung, Kenapa..

    Terminal Petikemas Kijing Masih Terkendala Infrastruktur Pendukung, Kenapa..

    Pelabuhan Baai Sudah Kembali Normal, Alur Masih Terus Dikeruk

    Pelabuhan Baai Sudah Kembali Normal, Alur Masih Terus Dikeruk

    Jika Tanjung Carat Jadi, Boom Baru Ditutup

    Jika Tanjung Carat Jadi, Boom Baru Ditutup

    DP World Tambah Investasi US$ 5 Miliar di India

    DP World Tambah Investasi US$ 5 Miliar di India

    Kemenhub Kelola Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

    Kemenhub Kelola Proyek Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

    Pengerukan Masih Dilakukan, Kapal Kontainer Bisa Masuk Bengkulu

    Pengerukan Masih Dilakukan, Kapal Kontainer Bisa Masuk Bengkulu

    Layanan Perdana Ekspor dari TTL Gunakan Multimoda

    Layanan Perdana Ekspor dari TTL Gunakan Multimoda

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Dockyard

Carmelita Hartoto tentang Ekonomi Berbasis Maritim

ocean_M.admin by ocean_M.admin
July 11, 2018
in Dockyard
345
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perbanyak Pelaku Usaha Pelayaran

Komitmen pemerintahan Joko Widodo untuk memberdayakan ekonomi berbasis maritim perlu diterjemahkan dalam tataran kebijakan. Butuh terobosan agar industri pelayaran yang menjadi tulang punggung ekonomi kelautan bisa berjaya.

Carmelita Hartoto, presiden direktur PT Andhika Lines, mengungkapkan, ekonomi berbasis maritim tidak cukup dilakukan melalui upaya pembentukan poros maritim. Prosedur yang berbelit harus dipermudah. Juga, perlu ada komitmen menurunkan biaya logistik.

”Kalau mau ekonomi melesat, mestinya kebijakan pemerintah benar-benar memihak pengusaha dalam negeri,” ujar ketua umum Indonesian National Shipowners Association (INSA) itu.

Dia memerinci sejumlah kebijakan yang perlu diperhatikan guna mendorong industri berbasis maritim. Pertama, memacu pembangunan infrastruktur di sektor kelautan. Bukan saja jumlah kapalnya, melainkan juga jalur pelayaran, pergudangan, hingga dermaga serta pelabuhannya.

“Pemerintah memang sedang membangun semua itu. Namun, kami melihat sekarang ini kurang banyak dan kurang cepat,” tuturnya. Perempuan yang akrab dipanggil Memey itu menambahkan, dana APBN yang dialokasikan untuk pengembangan maritim mesti diperbesar.

Terutama untuk membuka jalur-jalur pelayaran baru di berbagai pelosok negeri. ”Swasta siap membantu di jalur-jalur pelayaran yang selama ini hanya dilayani kapal pemerintah,” tuturnya.

Menurut dia, semakin banyak pelaku usaha di jalur pelayaran tertentu, pelayanan terhadap penumpang akan semakin baik. Sebab, pelaku usaha akan saling berkompetisi. Hal itu lebih baik daripada satu jalur pelayaran hanya dilayani satu pelaku usaha. “Pemerintah dan swasta perlu bersinergi,” ujarnya.

Namun, untuk rute yang sudah dilayani kapal swasta, dia menyarankan kapal pemerintah tidak masuk. Sebab, pelayaran swasta sudah pasti akan kalah. “Tarif kapal BUMN (badan usaha milik negara) disubsidi pemerintah. Pasti tarif lebih murah. Tidak fair kalau masuk ke jalur swasta,” ungkapnya.

Kapal BUMN disarankan mencari rute-rute yang secara ekonomis tidak mampu dilayani swasta. Dengan begitu, dana subsidi tiket dalam bentuk anggaran PSO (public service obligation) bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan.

“Masih banyak pulau yang belum terlayani angkutan laut. Kapal pemerintah harus fokus ke sana,” tegasnya.

Memey juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang mewajibkan semua pelaku usaha memakai rupiah dalam transaksi. “Kami mendukung kebijakan itu. Namun, untuk industri pelayaran, ada yang bisa dan ada yang tidak seperti kapal-kapal offshore. Tidak bisa dipukul rata seperti itu,” tandasnya.

Dia mencontohkan, kapal-kapal yang melayani distribusi minyak dan gas Pertamina memiliki kontrak dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD). Otomatis, pinjaman ke bank juga dibuat dalam USD dengan bunga 8 persen per tahun.

“Nah, karena diganti rupiah, pinjaman juga harus rupiah. Bunga bank naik menjadi 12 persen per tahun,” terangnya. Akibatnya, pemilik kapal membebankan bunga tinggi itu ke tarif yang dibayar pengguna.

Dalam hal ini, pemerintah melalui Pertamina harus mengeluarkan dana yang lebih besar untuk membayar pemilik kapal. “Di Singapura atau Malaysia, kebijakannya tidak seperti itu. Harus dipilah-pilah. Jadi, tidak harus semua pakai rupiah,” tambahnya.

Dia berharap pemerintah membandingkan dengan kebijakan di negara lain. Sebab, Indonesia sudah masuk dalam era pasar bebas. “Kita banyak berurusan dengan dunia internasional. Hampir semua bayar pakai dolar seperti asuransi, spare part, dan biaya-biaya lain. Kapal asing juga sama,” sebutnya.

Salah satu yang menjadi perhatian Memey adalah tingginya suku bunga kredit bank. Menurut ibu tiga anak tersebut, bunga bank di Indonesia termasuk paling tinggi di antara negara-negara ASEAN lainnya.

“Kalau mau menang di MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), seharusnya suku bunga bank 4–5 persen saja,” katanya.

Selain itu, kalangan pelaku usaha di bidang pelayaran meminta pemerintah kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) karena harga minyak dunia sudah sangat rendah. “Harga BBM sudah turun, tapi sedikit sekali. Padahal, biaya BBM itu 40 persen dari total biaya operasional,” jelasnya.

Menurut dia, daya saing industri pelayaran nasional perlu ditingkatkan dengan menurunkan biaya tinggi. “Meskipun kita punya asas cabotage (pelayaran di dalam negeri wajib diangkut kapal berbendera Indonesia, red), mayoritas angkutan ekspor impor kita sekarang masih dilayani kapal asing,” tuturnya.

Sayang, kapal-kapal asing tersebut tidak dikenai pajak apa pun oleh pemerintah Indonesia. “Bagaimana kita mau bersaing dengan kapal asing di pelayaran ekspor impor kalau kita banyak dikenai pajak? Sedangkan kapal asing tidak sama sekali. Persaingan jelas tidak imbang antara kapal lokal dan asing,” tegasnya.

Karena itu, INSA sudah protes ke Kementerian Keuangan agar kapal-kapal asing juga dikenai pajak yang sama dengan kapal domestik.

“Potensinya sangat besar. Kalau harga komoditas sedang bagus, negara bisa dapat Rp 80 triliun per tahun dari pajak kapal asing. Itu lebih baik daripada terus-menerus kejar pajak pribadi,” ujarnya kesal.

Sepak terjang Memey dalam industri pelayaran tidak perlu diragukan lagi. Dialah satu-satunya perempuan yang berhasil menjadi pemimpin industri pelayaran nasional. Pada 2011 dia terpilih sebagai ketua umum INSA. Lalu, akhir 2015 dia kembali terpilih untuk periode kedua hingga 2019.

“Dulu ayah saya juga ketua umum INSA,” terangnya. Perempuan ramah tersebut memang mewarisi kerajaan bisnis ayahnya, almarhum Hartoto Hardikusomo.

Dia bisa mengembangkan bisnis perusahaan dengan apik. Terbukti, jumlah kapal berkembang dari hanya dua unit menjadi belasan unit. “Sebenarnya saya terjun ke bisnis pelayaran tanpa sengaja,” katanya.

Perjalanan hidup Memey berubah 180 derajat ketika sang ayah meninggal pada 1994. Sebagai anak sulung di antara tiga putri, Memey harus menerima tongkat estafet bisnis yang dibangun ayahnya sejak 1972 dengan bendera Andhika Lines.

Padahal, Memey telah memiliki karir mapan di sebuah perusahaan keuangan di London. “Saya harus pulang dan mulai belajar dari nol,” ungkapnya.

Menggeluti bisnis pelayaran, pergudangan, dan bongkar muat membuat perempuan yang berulang tahun setiap 22 Juni tersebut akrab dengan kehidupan pelabuhan yang dicitrakan sebagai kawasan keras.

Namun, dia mengaku selama ini belum pernah ada yang kurang ajar. “Di lingkungan seperti itu tidak perlu kasar dan emosian. Kalau kita senyum, mereka justru segan,” katanya.

 

Previous Post

TPS Surabaya

Next Post

Ini Laporan Terbaru Bank Dunia Tentang Kondisi Logistik Indonesia

Next Post
Ini Laporan Terbaru Bank Dunia Tentang Kondisi Logistik Indonesia

Ini Laporan Terbaru Bank Dunia Tentang Kondisi Logistik Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6236 shares
    Share 2494 Tweet 1559
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5414 shares
    Share 2166 Tweet 1354
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4517 shares
    Share 1807 Tweet 1129
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4065 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3845 shares
    Share 1538 Tweet 961

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Menhub Minta Jajarannya Siaga 24 Jam, Tak Ada Kompromi

Menhub Minta Jajarannya Siaga 24 Jam, Tak Ada Kompromi

December 7, 2025
Kapal KN Antares Kembali Angkut 80 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

Kapal KN Antares Kembali Angkut 80 Ton Bantuan Logistik ke Aceh

December 7, 2025

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In