Aktivitas operasional di pelabuhan Tanjung Priok dipastikan tetap berjalan normal di tengah curah hujan tinggi yang melanda hampir seluruh wilayah DKI Jakarta.
Meskipun untuk kegiatan bongkar muat barang non petikemas (general cargo) terdampak dari banjir.
“Untuk bongkar muat general kargo pasti terdampak, tapi untuk container mungkin tidak,” ujar Erwan Maulana dari APBMI Jakarta menjawab Ocean Week melalui WhatsApp nya, mengenai dampak banjir di pelabuhan Tanjung Priok terhadap kegiatan bongkar muat di pelabuhan ini.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Santoso, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas kepelabuhanan, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan kapal dan kelancaran arus lalu lintas laut dan pelabuhan.

“KSOP Utama Tanjung Priok secara aktif memantau kondisi perairan dan operasional pelabuhan. Hingga saat ini, seluruh kegiatan pelayaran, sandar kapal, serta pelayanan kepelabuhanan berjalan dengan aman dan sesuai ketentuan keselamatan,” ujar Heru.
Dia juga menyampaikan bahwa koordinasi antara KSOP, Pelindo, operator terminal, serta instansi terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem, termasuk peningkatan curah hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Kami memastikan prosedur keselamatan dipatuhi, baik oleh kapal maupun oleh penyelenggara pelabuhan. Sinergi antar instansi menjadi kunci agar pelayanan pelabuhan tetap berjalan lancar tanpa mengesampingkan aspek keselamatan,” ungkapnya.
Beroperasi Normal
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Trisaputra, mengatakan bahwa hingga saat ini tidak terdapat gangguan terhadap layanan kepelabuhanan, baik dari sisi operasional kapal, bongkar muat, maupun pergerakan arus barang.
“Seluruh terminal di Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi normal. Aktivitas sandar kapal, bongkar muat, serta pergerakan kontainer berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami kendala teknis,” ujar Yandri melalui keterangan tertulis, Senin (12/1) malam.
Dari sisi manajemen traffic pergerakan lalu lintas barang, Pelindo memastikan arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan tetap lancar.
Sistem gate masuk dan keluar terminal beroperasi optimal, didukung pengaturan lapangan dan koordinasi aktif dengan operator terminal guna mencegah antrean dan penumpukan kendaraan.
Yandri menjelaskan, potensi genangan di sekitar pelabuhan telah diantisipasi melalui langkah teknis yang terukur. Salah satunya adalah pemantauan ketinggian air secara aktif di titik-titik krusial, salah satunya Pintu Air Kali Kresek sekaligus melakukan pembersihan serta pengangkutan sampah.
“Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan elevasi air tetap dalam batas aman dan tidak berdampak pada operasional pelabuhan dan masyarakat,” jelasnya.
“Pengelolaan drainase dan kebersihan saluran air pada kawasan pelabuhan menjadi bagian dari mitigasi yang kami lakukan agar aliran air tetap lancar dan risiko genangan dapat ditekan,” kata Yandri lagi.
Menurut Yandri, Pelindo juga menyiagakan pompa air, memastikan fungsi drainase internal berjalan optimal, serta mengerahkan tim operasional, HSSE, dan pengamanan pelabuhan selama periode cuaca ekstrem.
Koordinasi dengan KSOP, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus logistik nasional.
Dia mengimbau masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian, khususnya saat melintas di kawasan sekitar pelabuhan selama curah hujan tinggi. (***)





























