PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) bersama BNI menandatangani kerjasama port service financing dan gate pass system. Penandatanganan launching ceremony program tersebut dilakukan oleh Direktur Operasi Pelindo II Prasetyadi dan Direksi BNI, bertempat di hotel Century Jakarta, Selasa (7/8), disaksikan Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya.
Pada kesempatan itu, Elvyn menyatakan, IPC terus berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa kepelabuhan. “Program tersebut untuk lebih meningkatkan serta memberikan kemudahan pelayanan kepada pelanggan jasa kepelabuhanan. Port Service Financing merupakan sekumpulan layanan lengkap yang diberikan kepada pengguna jasa kepelabuhanan. Mulai dari penyaluran kredit hingga kemudahan dalam pembayaran atas penggunaan seluruh jasa kepelabuhanan di IPC,” kata Elvyn.
Port Service Financing merupakan program rencana pembiayaan kepada pengguna jasa kepelabuhanan di IPC yang terintegrasi dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhanan.
Sebelumnya dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, IPC juga telah membangun kerja sama dengan BNI dalam bidang Cash Management Services (CMS) bagi pengguna jasa kepelabuhan. CMS ini didesain untuk memudahkan pembayaran bagi pengguna jasa pelabuhan yang didukung dengan implementasi sistem host to host autocollection dan billing payment di IPC. Dengan channel antara lain teller BNI, ATM/mini ATM BNI dan internet banking BNI
Sementara itu, untuk gate pass system sebagai sarana masuk ke pelabuhan saat di pintu masuk, tidak lagi manual, melainkan menggunakan kartu yang bekerjasama dengan BNI.
Bahkan, Pelindo Tanjung Priok telah membagikan ribuan kartu elektronik tersebut kepada masyarakat kepelabuhanan, ketika dilakukan uji coba, beberapa waktu lalu.
Program port service financing itu, diapresiasi positif oleh pihak shipping line di Tanjung Priok. Wakil Ketua DPC INSA Jaya Bambang Sumaryono menyataan bahwa program tersebut dinilainya cukup bagus. Dia memisalkan, pada waktu mengurus sandar kapal, kemudian pembayarannya kurang, BNI akan menalangi lebih dulu, dan dalam waktu seminggu tidak dikenai bunga. “Tetapi setelah seminggu akan dikenai bunga. Selain BNI juga ada bank Mandiri, jadi kami ada pilihan,” ungkap Bambang. (***)



























