PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero) sebagai lead holding BUMN Jasa Survei, ID Survey, terus memperkuat komitmennya untuk menjadi perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) Top 20 Global pada 2029.
IDSurvey terdiri dari BKI, PT Sucofindo, dan PT Surveyor Indonesia.
Untuk mewujudkan visi 2029 tersebut, BKI menggelar rapat kerja (raker) di Yogyakarta. Raker ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Komisaris Utama PT BKI (Persero), Susyanto menekankan, keberhasilan transformasi korporasi membutuhkan pemahaman yang selaras di seluruh unit kerja dan cabang perusahaan.
“Penyelenggaraan Raker ini dibutuhkan untuk menyamakan tujuan dan langkah-langkah yang akan dijalankan untuk mendukung transformasi itu sendiri,” kata Susyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (20/2/2025).
Dia menyampaikan bahwa upaya ini merupakan fondasi bagi BKI dalam mencapai target jangka panjang menjadi Perusahaan TIC Top 20 Global pada tahun 2029, selaras dengan tagline perusahaan, “One Family, One Purpose: For The Safety of Your Family and Mine”.
Untuk mewujudkan transformasi, BKI menargetkan sejumlah inisiatif strategis, termasuk di dalamnya yaitu ekspansi layanan di segmen Klas, Statutoria, dan Komersial yang mencakup sertifikasi kapal hubdat dan kapal perang, Bisnis engineering/turunan Klas, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) marine & hulu migas, dan Underwater Survey.
Termasuk pengembangan jaringan internasional, seperti pembukaan cabang BKI di Tiongkok dan mendapatkan penunjukan Recognized Organization (RO) dari negara Panama.
Inovasi model bisnis, dengan peluncuran Maritime Cloud Platform (MCP) dan pengembangan bisnis hijau di sektor maritim & blue carbon. Kolaborasi global melalui upaya keanggotaan di International Naval Ship Association (INSA) dan Naval Ship Classification Association (NSCA).
Pada tahun 2024, BKI mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 24,7 persen, melampaui pencapaian dalam empat tahun terakhir.
Untuk mempertahankan momentum positif tersebut, dalam tahun 2025 BKI mencanangkan strategi transformasi dengan tiga pilar utama, yaitu memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di Indonesia, memperluas layanan sebagai perusahaan global terintegrasi, dan membangun keunggulan sebagai penyedia jasa TIC kelas dunia.
Perkuat Kepemimpinan
Sementara itu, Direktur Utama PT BKI (Persero)/IDSurvey, Arisudono Soerono menyampaikan bagaimana faktor kunci yang akan memperkuat daya saing BKI di tingkat global. “Untuk menjadi perusahaan kelas dunia, BKI harus memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kinerja berbasis KPI, serta membangun kapasitas dan kapabilitas melalui pendidikan serta pelatihan soft dan hard skills,” ungkapnya.
Selain itu, kebijakan EVP, advokasi regulasi, serta keterlibatan dalam aliansi strategis juga harus terus diperkuat. “Digitalisasi proses bisnis yang terintegrasi dengan sistem Single ERP menjadi langkah penting dalam roadmap transformasi ini,” ujar Arisudono.
Sementara itu, Direktur Operasi PT BKI (Persero), Rachmat Benny Susanto, dalam paparannya menggarisbawahi beberapa faktor yang perlu dievaluasi agar transformasi perusahaan berjalan optimal.
Faktor-faktor tersebut mencakup pertumbuhan klasifikasi, realisasi investasi, dominasi layanan komersial, serta efektivitas transformasi proses bisnis. (**/ril)





























