PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero) resmi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung B.J. Habibie, Jakarta.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi riset dan inovasi untuk mendukung peningkatan kualitas industri nasional.
Penandatanganan dihadiri oleh Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI, Arief Budi Permana, Direktur Operasi Bisnis Komersial BKI, Erwin Ernanto Hoesni, serta jajaran pimpinan SBU Energi dan Industri dan SBU Marine Services. Kolaborasi dengan BRIN, sebagai lembaga pemerintah yang memegang mandat riset dan inovasi nasional, diharapkan mampu menghadirkan terobosan konkret yang berdaya guna bagi industri dan pembangunan.
“BKI percaya bahwa riset dan inovasi adalah fondasi untuk memperkuat daya saing bangsa. Melalui kerja sama ini, kami tidak hanya membuka ruang kolaborasi, tetapi juga memastikan hasil riset dapat diterapkan langsung dalam layanan industri, mulai dari klasifikasi, sertifikasi, hingga pengujian di berbagai sektor strategis,” ujar Arief Budi Permana, Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI.
MoU ini menjadi dasar bagi BKI dan BRIN untuk mengoptimalkan kompetensi, sarana, serta tenaga ahli masing-masing. Fokus kerja sama mencakup teknologi nuklir, energi, manufaktur, hayati, lingkungan, nanoteknologi, material, hingga elektronika dan informatika. Implementasi hasil riset akan diarahkan agar mendukung layanan BKI di bidang Testing, Inspection, Certification, Classification, and Statutory (TICCS).
Selain pemanfaatan riset, kedua belah pihak juga sepakat untuk menyelenggarakan program bersama seperti workshop, pameran, dan temu bisnis yang mempertemukan dunia riset dengan industri. Langkah ini diharapkan mempercepat proses hilirisasi inovasi agar memberikan dampak nyata.
Melalui sinergi ini, BKI dan BRIN menegaskan komitmen untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan serta memperkuat posisi Indonesia di kancah industri global berbasis riset dan teknologi. (**/sumber BKI)






























