PT Jasa Armada Indonesia/JAI Tbk. (IPCM) menerapkan teknologi Hybrid Integrated Electric Auxiliary Engine pada kapal pandu untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi emisi karbon.
Hal itu disampaikan Plt. Direktur Armada dan Operasi IPCM Dessy Emastari Prihatiningtyas kepada para wartawan di Jakarta, Jumat (21/8). “Teknologi itu menggunakan inverter hybrid battery yang dipasang di dek kapal. Penempatan perangkat itu dirancang agar tidak mengganggu kegiatan operasional kapal. Implementasi teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menekan emisi,” katanya.
Dessy mengungkapkan, berdasarkan estimasi IPCM dengan menggunakan profil operasional kapal pandu MPAC di Pelabuhan Tanjung Priok, penerapan sistem hybrid dapat menurunkan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 39 persen dibandingkan sistem konvensional.
Dalam setahun, penghematan BBM diperkirakan mencapai sekitar Rp256 juta per kapal. Selain itu, biaya perawatan mesin dapat ditekan hingga 46 persen atau sekitar Rp106 juta per kapal per tahun.
Teknologi tersebut juga diperkirakan memangkas emisi karbon dioksida (CO₂) hingga 36,83 ton per kapal dalam setahun.
Dengan penghematan biaya operasional tersebut, investasi untuk penerapan teknologi hybrid diproyeksikan kembali dalam waktu sekitar lima bulan.
Diuji di Tanjung Priok IPCM menguji penerapan Hybrid Integrated Electric Auxiliary Engine pada kapal pandu MPAC yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi armada sekaligus mendukung konsep pelabuhan hijau atau Green Port.
Teknologi inverter hybrid battery memungkinkan penggunaan energi listrik untuk mendukung sistem kelistrikan kapal sehingga penggunaan mesin bantu berbahan bakar konvensional dapat dikurangi.
Pemasangan baterai di dek juga memungkinkan teknologi diterapkan tanpa mengubah secara signifikan ruang operasional kapal.
IPCM menyatakan saat ini kapal pandu yang dikembangkan secara internal sebanyak lima unit. Jumlah ini akan terus bertambah seiring pengembangan oleh perusahaan. “Tahun depan akan ada tambahan lagi,” kata Vano Siregar, Investor Relations IPCM.
Untuk diketahui bahwa PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IDX: IPCM), perusahaan penyedia jasa pemanduan dan penundaan kapal yang merupakan bagian dari Pelindo Group, tetap mencatatkan kinerja operasional yang positif pada Semester I 2026 di tengah meningkatnya tantangan industri maritim global.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp729,68 miliar, meningkat 2,20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp714,00 miliar. (***)






























