PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penanganan insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10) terus berlanjut setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 21.02 WIB. Seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi, dengan laporan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat ini, ASDP melanjutkan penanganan pasca insiden melalui koordinasi dengan petugas gabungan dan instansi terkait, termasuk pemantauan kondisi penumpang, fasilitasi pemulangan, serta pemantauan operasional penyeberangan Merak–Bakauheni.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo menyampaikan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan pasca insiden berjalan dengan baik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan penumpang setelah proses evakuasi.
“Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja cepat dan berkoordinasi dalam penanganan di lapangan. Fokus kami saat ini adalah memastikan penumpang yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang sesuai, sekaligus mengawal seluruh proses tindak lanjut bersama instansi berwenang,” ujar Heru.
Dalam penanganan pasca insiden, sejumlah penumpang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS dan Puskesmas Merak.
ASDP terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi penumpang dan memastikan kebutuhan penanganan medis terpenuhi. Bagi penumpang yang telah diperbolehkan pulang, ASDP turut memfasilitasi proses pemulangan guna memastikan perjalanan kembali berlangsung dengan aman dan lancar.
Untuk mendukung koordinasi penanganan dan kebutuhan informasi, perusahaan juga menyiapkan posko koordinasi di Merak dan Bakauheni. Langkah ini dilakukan untuk mendukung koordinasi antarpihak, memantau kebutuhan penumpang, serta memastikan perkembangan informasi disampaikan kepada publik berdasarkan data yang telah diverifikasi.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan bahwa perusahaan saat ini juga terus memantau kondisi operasional penyeberangan Merak–Bakauheni guna mengantisipasi dampak insiden terhadap pelayanan. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk memastikan setiap penyesuaian operasional dapat mengikuti kondisi aktual di lapangan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
“Kami memahami bahwa kejadian ini turut menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jasa. Karena itu, kami memastikan penanganan pasca insiden berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelancaran layanan penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan,” jelas Windy.
ASDP berkomitmen untuk mengawal seluruh proses tindak lanjut insiden, termasuk pemenuhan kebutuhan penumpang, koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta pemantauan operasional bersama instansi terkait. Keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama ASDP dalam setiap layanan penyeberangan. (**)






























