PT Pelni Cabang Pontianak terus melakukan berbagai upaya dalam rangka menghadapi lonjakan penumpang pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
“Untuk arus penumpang Nataru belum kelihatan, karena masih cukup lama, tapi kami tetap mengagendakan moment itu sebagai persiapan kami mulai saat ini,” ujar Romadhoni, Kepala Cabang PT Pelni Pontianak, saat disambangi ke kantornya di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (2/11).
Doni (panggilannya), mengatakan bahwa sekarang ini terus berkonsentrasi untuk bagaimana 4 kapal yang terdiri dari 2 kapal perintis dan 2 kapal penumpang yang melayani penumpang dan barang dari Pontianak ke berbagai daerah di Indonesia dapat berjalan dengan baik.
Menurut dia, untuk kapal penumpang ada yang melayari rute Pontianak-Jakarta, dan ada pula yang Pontianak-Semarang-Surabaya. Sedangkan untuk kapal perintis lebih banyak melayani rute Pontianak ke Kepulauan.
“Sebenarnya untuk Pontianak hanya pelabuhan singgah. Kalau kapal penumpang peak season itu seperti musiman, misalnya saat angkutan Lebaran (Idul Fitri). Yang ramai justru masyarakat yang pulang pergi untuk Kalimantan-Madura,” ungkapnya.
Sementara untuk kapal perintis (Sabuk Nusantara 80 dan 48, lebih banyak mengangkut bahan kebutuhan masyarakat, seperti besi, semen, bahan bangunan, rokok dan lainnya.
Ditanya mengenai kendala yang dihadapi untuk Pelni Pontianak ini, Doni mengaku jika kendala yang dihadapinya adalah alur masuk keluar ke pelabuhan yang sebagian terjadi pendangkalan. “Karena alurnya sungai, kapal mesti nunggu air pasang, baru bisa masuk atau keluar, makanya kami suka terlambat, karena harus menunggu pasang, bahkan beberapa bulan lalu ada kapal kandas, kapal Pelni juga terpaksa antre di luar,” jelasnya.
Dia juga menginfokan kepada masyarakat bahwa pembelian tiket masih bisa dilakukan langsung ke loket, tapi pembayarannya harus melalui ATM.
“Untuk potensi kedepan rute Pontianak-Surabaya cukup bagus. Hanya saja di Surabaya (Tanjung Perak) juga ada kendala antrean kapal untuk memperoleh dermaga harus menunggu,” katanya lagi.
Doni berharap supaya alur keluar masuk pelabuhan Pontianak dapat segera dikeruk, sehingga ketika kapal masuk tak menunggu cukup lama, mengingat belakangan ini tak sedikit kapal kandas, sehingga mengganggu keluar masuk kapal. (**)




























