• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, January 21, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Shanghai Tangani 55 Juta TEUs, Singapura 44,66 Juta TEUs

    Shanghai Tangani 55 Juta TEUs, Singapura 44,66 Juta TEUs

    TPK Perawang Tembus 150.010 TEUs, Ambon Capai 112.502 TEUs

    TPK Perawang Tembus 150.010 TEUs, Ambon Capai 112.502 TEUs

    TPK Koja Tambah 1 QCC Baru, Diharapkan Dapat Meningkatkan Kinerjanya

    TPK Koja Tambah 1 QCC Baru, Diharapkan Dapat Meningkatkan Kinerjanya

    Tiga RTG di TPK Kupang Terkendala, Tapi Operasional Tetap Berjalan

    Tiga RTG di TPK Kupang Terkendala, Tapi Operasional Tetap Berjalan

    JICT Komit Dengan Layanan Kepelabuhanan Berkelanjutan

    JICT Komit Dengan Layanan Kepelabuhanan Berkelanjutan

    Pelabuhan Baai Sudah Kembali Normal, Alur Masih Terus Dikeruk

    Kegiatan di Pulau Baai Bengkulu Sudah Normal Lagi

    Teluk Lamong Resmikan Integrated Planning & Control serta Green Shelter Waiting Area

    Teluk Lamong Resmikan Integrated Planning & Control serta Green Shelter Waiting Area

    Pembangunan Pelabuhan Wanam Untuk Ketahanan Energi

    Pembangunan Pelabuhan Wanam Untuk Ketahanan Energi

    Operasional Teluk Bayur Normal, Fokus Pada Kapal Bantuan Bencana Aceh, Sumut & Sumbar

    Operasional Teluk Bayur Normal, Fokus Pada Kapal Bantuan Bencana Aceh, Sumut & Sumbar

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Shanghai Tangani 55 Juta TEUs, Singapura 44,66 Juta TEUs

    Shanghai Tangani 55 Juta TEUs, Singapura 44,66 Juta TEUs

    TPK Perawang Tembus 150.010 TEUs, Ambon Capai 112.502 TEUs

    TPK Perawang Tembus 150.010 TEUs, Ambon Capai 112.502 TEUs

    TPK Koja Tambah 1 QCC Baru, Diharapkan Dapat Meningkatkan Kinerjanya

    TPK Koja Tambah 1 QCC Baru, Diharapkan Dapat Meningkatkan Kinerjanya

    Tiga RTG di TPK Kupang Terkendala, Tapi Operasional Tetap Berjalan

    Tiga RTG di TPK Kupang Terkendala, Tapi Operasional Tetap Berjalan

    JICT Komit Dengan Layanan Kepelabuhanan Berkelanjutan

    JICT Komit Dengan Layanan Kepelabuhanan Berkelanjutan

    Pelabuhan Baai Sudah Kembali Normal, Alur Masih Terus Dikeruk

    Kegiatan di Pulau Baai Bengkulu Sudah Normal Lagi

    Teluk Lamong Resmikan Integrated Planning & Control serta Green Shelter Waiting Area

    Teluk Lamong Resmikan Integrated Planning & Control serta Green Shelter Waiting Area

    Pembangunan Pelabuhan Wanam Untuk Ketahanan Energi

    Pembangunan Pelabuhan Wanam Untuk Ketahanan Energi

    Operasional Teluk Bayur Normal, Fokus Pada Kapal Bantuan Bencana Aceh, Sumut & Sumbar

    Operasional Teluk Bayur Normal, Fokus Pada Kapal Bantuan Bencana Aceh, Sumut & Sumbar

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JICT

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

ALFI Jakarta Tolak Revisi UU Pelayaran, Bakal Rugikan Indonesia

oceanweek by oceanweek
August 26, 2024
in Berita Lain
ALFI Jakarta Tolak Revisi UU Pelayaran, Bakal Rugikan Indonesia
411
SHARES
2.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) DKI Jakarta menegaskan menolak revisi undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, terutama mengenai rencana pemerintah untuk menghapus ketentuan Pasal 110 Ayat (1) dan (5) pada Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU tersebut.

Adil Karim, Ketua Umum ALFI DKI Jakarta menyatakan hal itu kepada Ocean Week, di kantornya, kemarin. “ALFI DKI Jakarta tegas menolak itu, karena itu tidak sesuai dengan keinginan pemerintah sendiri yang menginginkan cost logistik murah. Saya yakin jika pemerintah tidak mendengar aspirasi kami sebagai pelaku usaha, kebijakan tersebut dapat berdampak pada kenaikan tarif logistik yang tidak terkendali dan mengancam daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujarnya serius.

Adil juga mengemukakan, bahwa asosiasi memiliki peran sebagai alat kontrol, sekaligus mengawasi mengenai tarif-tarif kepelabuhanan. Kalau nanti asosiasi sebagai perwakilan dari para pelaku usaha di bidangnya masing-masing tidak diberikan peran dalam hal penetapan tarif kepelabuhanan, siapa yang akan mengontrol kalau BUP pelabuhan seenaknya membuat tarif sendiri tanpa ada yang mengontrol, mengawasi.

“Keputusan DPP ALFI jelas menyatakan menolak dan kami wajib mengikutinya. Karena hal itu untuk membantu menghindari hal yang sangat negatif, dimana Indonesia sekarang sedang menuju ke perubahan 2045,” katanya.

ALFI DKI Jakarta berharap, Menhub Budi Karya Sumadi peka terhadap masalah ini, karena pada masa jabatannya yang tinggal beberapa bulan lagi, jangan sampai meninggalkan kegaduhan di masa depan. “Saya rasa semua asosiasi sudah berkirim surat kepada pemerintah mengenai penolakan dan keberatan atas revisi UU Pelayaran tersebut,” tegasnya.

Aris Hartoyo, Ketua Umum ISAA juga menyatakan hal yang sama. “Kita pun menolak rencana revisi UU Pelayaran itu,” katanya singkat.

Jawa Timur Tolak

Dalam berita Ocean Week sebelumnya, Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Jawa Timur (Jatim) bersama dengan GINSI (Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia) Jatim, GPEI Jatim (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jatim, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Jatim juga menyatakan menolak atas revisi UU Pelayaran.

Sebastian Wibisono. (**)

Terutama mengenai rencana pemerintah untuk menghapus ketentuan Pasal 110 Ayat (1) dan (5) pada Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 17 Tahun 2008, tentang Pelayaran.

ALFI Jatim menilai kebijakan ini dapat berdampak pada kenaikan tarif logistik yang tidak terkendali dan mengancam daya saing produk Indonesia di pasar global.

Ketua DPW Jatim ALFI/ILFA Sebastian Wibisono, mengungkapkan bahwa sikap ini serupa dengan sikap yang juga diambil sebelumnya oleh Pengurus pusat ALFI/ILFA pada beberapa waktu lalu.

Wibisono juga menilai bahwa penghapusan pasal ini akan memberikan otoritas pelabuhan selaku wakil pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan tarif tanpa perlu berkonsultasi.

“Langkah ini berisiko menimbulkan praktik monopoli dalam penetapan tarif. Tentunya kami sebagai DPW ALFI Jawa Timur juga ingin membantu dan mendorong merapatkan barisan dengan keputusan DPP untuk membantu menghindari hal yang sangat negatif, dimana Indonesia sekarang sedang menuju ke perubahan 2045,” ujar Wibi (panggilannya) kepada pers di Surabaya, Sabtu (24/8).

“Sedangkan RUU ini akan membuat kembali mundur, dimana kita ingin menurunkan biaya logistik, akan tetapi mau di monopoli,” ungkapnya.

Wibi menambahkan bahwa terminal operator itu memerlukan pengawasan dan pengontrolan, tidak hanya untuk perihal tarif tetapi juga sebagai kontrol stabilitas kegiatan-kegiatan operasional oleh asosiasi sebagai wakil dari pengguna jasa.

“Ini ditujukan agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari, karena dengan adanya kontrol, cost dan stabilitas bisa ditingkatkan,” katanya.

ALFI Jatim berharap Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi) bisa sensitif terhadap permasalahan dalam revisi RUU ini. “Semoga kedepannya upaya ini berjalan dengan baik,” ujar Wibi.

Dia menyatakan mendukung pada usulan DPR RI untuk melibatkan asosiasi dalam penentuan tarif-tarif jasa kepelabuhanan.

Menurut Wibi, keterlibatan asosiasi seperti ALFI dan asosiasi lainnya tidak hanya penting dalam pengendalian tarif, tetapi juga dalam memastikan kualitas pelayanan di pelabuhan tetap terjaga.

“Termasuk organisasi usaha Jasa kepelabuhan, GINSI, GPEI, INSA, ALFI dan APBMI sebagai asosiasi yang paham benar batas-batas kemampuan anggotanya dalam memenuhi tarif jasa kepelabuhanan,” ungkapnya lagi.

Kata Wibi, kalau tujuan nya adalah mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045, maka keterlibatan asosiasi sebagai representasi pengguna jasa harus tetap ada. “Tanpa itu, kita justru akan bergerak mundur,” jelasnya.

Wibi menyoroti bahwa praktik yang melibatkan Tri Partit di pelabuhan yang sudah berlangsung selama ini sudah sesuai, karena melibatkan pihak pemerintah diwakili Kantor Syahbandar dan Otoritas yang mengabsahkan, pihak operator terminal sebagai pembuat draft tarif-tarif jasa kepelabuhanan dan asosiasi-asosiasi.

“Jika peran asosiasi dihapuskan, maka tarif-tarif tersebut akan ditentukan secara sepihak oleh operator terminal. Ini berpotensi besar hanya menguntungkan satu pihak saja dan membuat para pelaku usaha kesulitan,” tegasnya.

Sebagai wujud komitmen para asosiasi kepelabuhanan, pada Jumat (23/8) lalu, melalui para ketuanya telah menyatakan sikap bersama dengan ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto, menolak hal itu.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengungkapkan bahwa rencana tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah untuk menurunkan cost logistik, baginya kolaborasi perlu tetap dipertahankan untuk memastikan tarif yang berlaku adil dan tidak merugikan pelaku usaha.

Adik Dwi Putranto. (**)

“Kami berharap pemerintah lebih sensitif terhadap isu ini, surat resmi akan kami kirimkan ke Presiden Joko Widodo minggu depan untuk menegaskan posisi kami,” ujarnya.

Kadin Jatim percaya, Presiden Jokowi akan memahami pentingnya menjaga stabilitas biaya logistik, mengingat latar belakangnya sebagai pengusaha dan mantan pelaku ekspor.

Penolakan terhadap perubahan ini menunjukkan betapa pentingnya peran asosiasi menjaga keseimbangan dalam industri kepelabuhanan, tanpa kontrol yang tepat, kenaikan biaya logistik berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dan merusak daya saing produk Indonesia di kancah global.

Sementara itu, Steven Lesawengen (Ketua DPC INSA Surabaya) juga sepakat menolak revisi UU Pelayaran tahun 2008 tersebut. “INSA Surabaya juga sepakat dengan asosiasi yang lain agar keterlibatan kami dalam penentuan tarif kepelabuhanan tetap dilibatkan. Kami kan pelakunya, jadi kami yang tau mengenai biaya. Kalau kami nggak dilibatkan bagaimana jadinya,” kata Steven.

Hal yang sama juga diungkapkan ketua DPW APBMI Jatim Kodi Lamahayu. “APBMI Jatim juga seperti temen-temen asosiasi disini, menolak revisi UU tersebut,” ungkapnya. (***)

Previous Post

Penggunaan AIS Wajib, di Perairan Wilayah Kerja Disnav Teluk Bayur

Next Post

Kampanyekan Keselamatan Transportasi Sungai & Danau, Hubdat Bagikan 600 Life Jacket

Next Post
Kampanyekan Keselamatan Transportasi Sungai & Danau, Hubdat Bagikan 600 Life Jacket

Kampanyekan Keselamatan Transportasi Sungai & Danau, Hubdat Bagikan 600 Life Jacket

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6262 shares
    Share 2505 Tweet 1566
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5431 shares
    Share 2172 Tweet 1358
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4526 shares
    Share 1810 Tweet 1132
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4166 shares
    Share 1666 Tweet 1042
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3870 shares
    Share 1548 Tweet 968

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

PT MUSTIKA ALAM LESTARI

January 21, 2026

TPK SEMARANG

January 21, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In