Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta dan INSA Jaya mengharapkan Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok dapat mempertahankan kinerjanya setelah instansi itu meraih penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), termasuk dalam pelayanan inaportnet untuk kapal.
“Kepala Otoritas baru (Jece Julia Piris-red) mesti dapat mempertahankan harmonisasi dengan semua stakeholders di pelabuhan Priok sebagaimana pendahulunya (KaOP sebelumnya),” kata Adil Karim, ketua ALFI Jakarta kepada Ocean Week, Senin siang (16/12) di Jakarta.
Adil juga berharap Kepala OP Tanjung Priok yang baru, dapat berkordinasi dan bekerjasama dengan semua stakeholders di pelabuhan Priok.
Sedangkan Sunarno (akrab disapa Nano), pengurus DPC INSA Jaya menyatakan supaya kepala OP Tanjung Priok yang baru juga memperhatikan soal inaportnet. Karena jika terjadi masalah, tidak ada keterlambatan terhadap pelayanan. Misalnya pada saat sistem inaportnet tersebut down, dan harus manual, KaOP mesti tidak menghambat. “Kalau Pak Hermanta ada masalah Inaportnet, lalu gunakan manual, petugasnya siapapun bisa approvel,” ungkap Nano.
Adil Karim mengatakan, jika KaOP baru ini tidak mudah dalam mempertahankan kinerja yang sudah dicapai pendahulunya. “Prestasi WBBM merupakan pencapaian yang tidak mudah saat Kantor OP Tanjung Priok dipimpin Capt Hermanta. Makanya kami berharap agar Kepala OP Tanjung Priok baru dapat mempertahankan capaian prestasi itu atau meningkatkan kinerjanya agar semakin baik lagi dimasa mendatang,” ujar Adil Karim.
Seperti diketahui bahwa pada tanggal 10 Desember 2019 lalu, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok telah menerima penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Cahyo Kumolo yang didampingi oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi kepada Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok saat itu, Capt Hermanta.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).
Hal ini dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada Kementerian atau Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (K/L) yang melakukan percepatan reformasi birokrasi.
“Dengan capaian WBBM oleh Kantor OP Tanjung Priok, artinya wilayah kerja pelabuhan Priok sudah terbebas dari praktik pungutan liar atau pungli. Pelabuhan ini juga berkomitmen melayani sepenuh hati bagi seluruh pengguna jasa di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu,” kata Adil Karim.
Selang beberap hari dari penghargaan tersebut, Kementerian Perhubungan telah merotasi sejumlah pejabat eselon di lingkungan instansi itu, termasuk jabatan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan Kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok.
Capt. Hermanta yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, kini menjadi Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan Jece Julita Piris (kepala OP Belawan) diangkat menjadi Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok. Hermanta diangkat menjadi Kepala Syahbandar Priok menggantikan Amiruddin yang kini menjadi pimpinan STIP.
Adil Karim yakin ditempat baru, Capt. Hermanta akan cepat menyesuaikan diri dan akan mampu membawa angin segar, termasuk mampu meraih predikat WBBM.
Sementara itu, Jece Julia Piris, KaOP Priok saat ditanya mengenai harapan ALFI dan DPC INSA Jaya hanya menjawab singkat dan mempersilakan ke kantornya. “Silahkan ke kantor saja ya, ada Bidang Lala yang menangani masalah itu, Pak saya sudah serah terima dan harus melaksanakan tugas baru, maaf ya,” kata Jece menjawab Ocean Week lewat WhatsApp nya, Senin sore. (***)




























