Dari pelabuhan, perjalanan tidak hanya membawa barang menuju berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga dapat membawa pengetahuan dan inspirasi bagi generasi muda.
Semangat tersebut dihadirkan KSO Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), bagian dari Pelindo Group, melalui Program Pelindo Mengajar yang digelar di SMA Negeri 8 Yogyakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026 lalu.
Pelindo Mengajar merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo di bidang pendidikan.
Pada kesempatan ini, program diikuti oleh 150 siswa kelas III SMA Negeri 8 Yogyakarta, yang diajak mengenal lebih dekat dunia di balik aktivitas kepelabuhanan sekaligus memperluas pandangan mengenai dunia kerja dan peluang masa depan.
Kegiatan ini terasa istimewa karena narasumber utamanya merupakan bagian dari sejarah sekolah tersebut.
Banu Astrini, yang saat ini menjabat General Manager TPK Koja, adalah alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta.
Kehadirannya di ruang aula almamaternya menghadirkan cerita nyata bagi para siswa bahwa perjalanan karier di dunia kepelabuhanan dan BUMN dapat bermula dari bangku sekolah yang sama dengan yang mereka tempati hari ini.
Bertindak sebagai pengajar, Banu Astrini menyampaikan materi mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara, Pelindo, serta logistik dan kepelabuhanan.
Rangkaian materi tersebut dikemas secara dekat dengan keseharian siswa, antara lain melalui gambaran perjalanan sebuah barang pesanan daring, mulai dari pabrik, pelabuhan, hingga tiba di tangan konsumen.
Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan pada peran pelabuhan sebagai pintu gerbang perdagangan.
Berdasarkan materi yang disampaikan, lebih dari 80% volume perdagangan internasional menggunakan jalur laut sebagai moda transportasi utama. Di balik pergerakan tersebut, terdapat beragam profesi yang bekerja setiap hari, di antaranya pandu, planner, tallyman, operator forklift, operator crane, hingga tenaga back office.
Siswa juga mendapat gambaran tentang kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta informasi mengenai tahapan menuju karier di lingkungan BUMN.
Selain materi kepelabuhanan, sebagai alumni, Banu Astrini turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya sejak lulus dari SMA Negeri 8 Yogyakarta serta pesan-pesan kepemimpinan dan kepedulian sosial bagi generasi muda, di antaranya bahwa keberhasilan tidak pernah sepenuhnya bersifat individual dan pentingnya membangun jembatan, bukan tembok, dengan sesama.
Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa mengikuti kuis Kahoot, yang dilaksanakan sebelum dan sesudah sesi materi, serta sesi tanya jawab bersama narasumber.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada pemenang kuis dan penghargaan kepada tiga siswa terbaik baik terbaik akademik dan non akademik.
Tidak berhenti pada berbagi wawasan, TPK Koja juga menyalurkan bantuan secara simbolis kepada SMA Negeri 8 Yogyakarta berupa bantuan sarana dan prasarana sekolah.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Banu Astrini kepada Wakil Kepala Sekolah Siti Nurul Mutmainah
Banu Astrini, General Manager TPK Koja, menyampaikan, Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan sekaligus melihat bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat begitu banyak profesi, keahlian, dan peluang.
“Sebagai alumni, saya senang dapat kembali ke sekolah ini dan berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi adik-adik untuk berani bermimpi dan mempersiapkan masa depannya,” ujarnya.
Program Pelindo Mengajar sejalan dengan upaya mendukung Asta Cita, khususnya poin keempat mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, sekaligus selaras dengan program pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui Pelindo Mengajar, TPK Koja berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan, memperluas wawasan, dan berani menentukan arah masa depannya.
Sebab, dari pelabuhan, bukan hanya barang dan manusia yang bergerak menuju berbagai penjuru, tetapi juga harapan untuk menyiapkan generasi emas Indonesia. (**)






























