Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-9, pada Rabu (28/10/2026), bertempat di Sahid Jaya Hotel, Jakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan anggota APBMI dari seluruh daerah di Nusantara, mulai Sabang sampai Merauke.
Wamenhub Suntana resmi membuka Munas APBMI ke-9 yang mengambil tema Meningkatkan Kemitraan APBMI dengan BUP, Mewujudkan Ekosistem Kepelabuhanan yang Efisien & Berdaya Guna.
Hadir pada Munas, antara lain Ketua Umum GINSI Capt. Subandi, ketua umum Asdeki Mustofa Kamal, ketua umum ABUPI Liana Trisnawati, direksi Pelindo Capt Hendri Ginting, ketua INSA Surabaya Steven Lesawengan, dan para pengurus APBMi dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan ini Suntana menyampaikan bagaimana ongkos logistik harus diturunkan, dari saat ini 14 %. “Ongkos logistik masih tinggi. Target dari pemerintah bisa 8%. Kita harus bisa turunkan, dan ini tanggung jawab bersama termasuk para anggota APBMI,” ungkap Suntana.
Suntana juga minta agar utamakan keselamatan. “Tidak ada toleransi keselamatan sebagai prioritas. Ada SOP nya, jadi APBMI harus bisa menekan kecelakaan,” ungkapnya.
Dirut PT Pelindo Ahmad Muchtasyar pun mengatakan hal yang sama sebagaimana yang diungkapkan Wamenhub Suntana.
Dia menceritakan soal dwelling time, kemacetan di pelabuhan yang berdampak pada ongkos logistik.
“Dan kami dapat mandat untuk menyelesaikan persoalan yang ada, tidak disibukkan oleh ego sektoral, tapi bagaimana negara kemaritiman kita berdaulat. Kita belum fokus menyelesaikan masalah yang ada. Jadi bagaimana kita bisa menyelesaikan sehingga kita bisa bersaing dengan negara-negara di Asean,” katanya.
Ahmad berharap, dengan Munas APBMI ini bisa bermanfaat di dunia kepelabuhanan. “Bagaimana APBMI bisa membuat Tata Kelola TKBM dengan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua umum APBMI Juswandi Kristanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dirinya sebagai ketua umum menginginkan supaya semua perusahaan bongkar muat bisa bekerja.
“Alhamdulillah Pelindo karena aturan sudah tak lagi bekerja bongkar muat, tetapi bongkar muat dikerjakan oleh PBM. Ibaratnya Pelindo sebagai yang punya sawah, dan kami (PBM) sebagai Petani penggarap,” ujar Juswandi, Rabu, di Jakarta.
Sedangkan Suwondo, Ketua Panitia dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Munas ini merupakan amanat Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga. “Ini merupakan amanah, Alhamdulillah bisa kami laksanakan sekarang ini,” ujar capt. Suwondo.
Seperti diketahui bahwa agenda Munas, salah satu nya adalah pemilihan ketua umum APBMI periode 2026-2030.
Namun, dalam sambutannya, Wamenhub Suntana berkelakar, kalau Juswandi menjadi sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi ini. Begitu pula Dirut Pelindo Ahmad Muchtasyar juga menyambut baik kalau Juswandi bisa kembali pimpin APBMI.
Penasihat APBMI Putut Sutopo, saat ditanya mengenai Juswandi sebagai calon kuat APBMI, tokoh APBMI dari Semarang ini hanya menjawab kalau pihaknya akan mendorong Juswandi menjadi Ketua Umum APBMI kembali.
“Kali ini calonnya hanya satu, Pak Juswandi,” ucapnya.
Apalagi, Juswandi dalam sambutannya menyatakan sudah memperoleh mandat dari sekitar 60 DPW dan DPC APBMI di seluruh Indonesia untuk bersedia menjadi ketua umum kembali.
“Kami dari Padang sudah minta pak Juswandi kembali,” kata Tauhid, Ketua APBMI Teluk Bayur. (***)






























