New Priok Container Terminal (NPCT1) mentargetkan bisa menangani 1,6 juta TEUs pada tahun 2026. Sebab, sampai September sudah mencapai 1,243,951.75 TEUs, dengan rincian ekspor sekitar 45%, dan impor 51% lebih.
“Kami optimis 1,6 juta TEUs bisa tercapai. Sampai bulan September 2026, data mencatat sudah 1,2 juta TEUs lebih,” ujar Abdul Aziz, Direktur NPCT1 kepada para wartawan, di kantor nya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (27/10).
Azis menyampaikan bahwa selama 10 tahun sejak beroperasi terminal ini, sudah melayani sebesar 10 juta TEUs hingga 2025. “Kalau sampai tahun 2026 (bulan September), sudah mencatatkan 11 juta TEUs lebih,” katanya.
Seperti diketahui, pada tahun 2018, NPCT1 sudah mencatatkan 1.000.000 TEUs yang ditangani.
Menjawab over kapasitas, Aziz mengungkapkan kalau pihaknya melakukan strategi percepatan layanan (dwelling time).
“NPCT1 terus menjaga kelancaran operasional, dengan cara antara lain melalui aspek Yard Planning, juga
Mengembangkan yard planning monitoring dashboard, lalu truck booking sistem,” ungkapnya.
Azis juga menyatakan, dukungan pemangku kepentingan terhadap kinerja NPCT1, sangatlah diperlukan.
“Tentu saja, pencapaian operasional bisa kami capai karena kolaborasi, koordinasi dan keterlibatan yang kuat dengan para pemangku kepentingan di seluruh ekosistem NPCT1 khususnya maupun kepelabuhanan pada umumnya,” jelasnya.
Untuk mendukung layanan bongkar muat, NPCT1 dilengkapi dengan 9 Container Crane, 29 RTG (akan tambah 2 RTG di bulan Januari), PM 51 unit. (**)





























