PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni (Persero) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemantauan proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) atau bunkering pada KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada Jumat (28/8).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan penggunaan dan pengelolaan BBM yang sebelumnya telah dilakukan bersama KPK di Jakarta pada Juli lalu.
Pemantauan di Surabaya menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pengawasan BBM di lingkungan operasional PELNI.
Proses pemantauan bunkering dihadiri oleh Vice President Hukum dan Kepatuhan PELNI Agustinus Prima, Vice President BBM PELNI Romadhoni, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah, Manager Integrated Terminal (IT) Surabaya PT Pertamina Patra Niaga Indriati Purba Lestari, serta perwakilan surveyor dari Sucofindo.
Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan pengawasan terhadap pengelolaan BBM merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
“PELNI berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan memastikan pengelolaan BBM dilakukan secara transparan dan akuntabel. Kolaborasi dengan KPK dan para pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan proses di lapangan berjalan sesuai prosedur dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Ditto.
Ditto menambahkan penguatan tata kelola dilakukan tidak hanya melalui pengawasan di lapangan, tetapi juga melalui pencatatan dan pengendalian penggunaan BBM selama kapal beroperasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan BBM dapat dipantau dengan baik dan dipertanggungjawabkan.
Sebagai informasi, Surabaya menjadi lokasi kedua pemantauan proses bunkering oleh KPK setelah sebelumnya dilakukan di Cabang PELNI Jakarta.
Pemantauan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah cabang PELNI untuk melihat pelaksanaan proses bunkering dan pengelolaan BBM di lapangan.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, PELNI terus berupaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik. (***)






























