Dalam rangka menyediakan mobilitas yang aman, selamat dan terjangkau serta mendukung konektivitas di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan meluncurkan zona Pick Up dan Drop Off layanan angkutan perkotaan Balikpapan City Trans (Bacitra) pada Kamis (27/8) di Plaza Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pada hari yang sama, diluncurkan pula layanan angkutan antarmoda dengan rute Balikpapan – IKN di Pelabuhan Semayang dan Plaza Balikpapan.
“Adanya layanan ini tentu untuk mewujudkan sistem transportasi darat yang terintegrasi, tertib, efisien dan berkelanjutan. Sebagai kawasan penyangga IKN, memerlukan sistem transportasi yang menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan saat menyampaikan sambutan dan arahannya.
Bacitra kini melayani tiga koridor di antaranya koridor 1 rute Pelabuhan Semayang – Bandara SAMS Balikpapan (PP) dengan 9 unit bus beroperasi dan satu cadangan. Koridor 2A melayani Terminal Batu Ampar Via Jalan MT. Haryono (looping) dengan 6 unit bus beroperasi dan satu cadangan. Koridor 2B rute Terminal Batu Ampar Via Jalan Ahmad Yani (looping) dengan 6 unit bus beroperasi dan satu cadangan.
Sementara, untuk layanan angkutan antarmoda menghubungkan beberapa titik simpul transportasi yang ada di Kota Balikpapan yaitu dari Pelabuhan Semayang – Bandara Udara SAMS – TTA Batu Ampar – IKN (Via Toll Samboja) dengan panjang lintasan 127 KM. Angkutan ini dilayani oleh 7 armada bus kapasitas 25 penumpang dengan waktu tempuh 3 jam dan headway 60 menit.
Dirjen Aan menuturkan Pelabuhan Semayang sebagai simpul transportasi laut memiliki peran penting dalam melayani pergerakan masyarakat. Melalui zona pick up dan drop off yang terintegrasi, penumpang diharapkan dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih mudah menggunakan Bacitra maupun angkutan antarmoda Balikpapan-IKN.
“Integrasi transportasi ini perlu untuk terus dikembangkan demi memperkuat keterhubungan antara transportasi jalan, laut, udara dan kawasan strategis lainnya,” ujarnya.
Begitupun dengan Plaza Balikpapan sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat dan kawasan komersial memiliki potensi besar dalam pengembangan transportasi publik perkotaan.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah kota dan provinsi Kalimantan Timur. Kami harap ini dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan kawasan yang berorientasi pada transit atau Transit Oriented Development (TOD) sesuai karakteristik dan prinsip penyelenggaraan transportasi jalan,” tutupnya. (***)






























