Kegiatan kapal dan bongkar muat di terminal non petikemas pada Kamis (13/8) cukup ramai. Sejumlah kapal terlihat sedang membongkar dan memuat kargo.
Lalu lalang dump truck pun tampak sangat sibuk keluar masuk membawa muatannya.
Terminal Kijing sudah benar-benar hidup, baik di dermaga non petikemas maupun dermaga kontainer.
Meski belum seramai di terminal non petikemas, namun sejak resmi memulai layanan perdana petikemas pada Juni 2026 lalu yang ditandai dengan sandarnya kapal TB Megah 1611 milik PT Pulau Laut Line dengan rute Pasir Gudang–Batam–Kijing–ICA, membongkar 70 peti kemas kosong, kini kapal petikemas sudah rutin masuk ke Kijing.

Menurut GM Regional 2 Pelindo Pontianak Kalbar Yanto bahwa Pelindo terus melakukan peningkatan fasilitas dan peralatan pendukung agar Terminal Kijing mampu memberikan pelayanan yang lebih efisien, aman, dan berstandar internasional.
“Kami optimistis kehadiran layanan peti kemas akan memberikan alternatif logistik yang lebih efektif bagi pelaku usaha. Ke depan, Terminal Kijing diharapkan menjadi hub logistik utama yang melayani kebutuhan industri, perdagangan, dan ekspor-impor di Kalimantan Barat maupun kawasan sekitarnya,” katanya kepada Ocean Week, Kamis malam.
Kalbar Yanto juga mengungkapkan, untuk mendukung operasional kepelabuhanan, Terminal Kijing sudah dilengkapi berbagai fasilitas modern yang dirancang melayani beragam jenis komoditas.
“Terminal Kijing memiliki dermaga petikemas sepanjang 750 meter dengan kapasitas kapal hingga 100.000 DWT, dermaga multipurpose sepanjang 250 meter, dermaga curah cair sepanjang 500 meter, serta dermaga curah kering sepanjang 389 meter. Selain itu tersedia Container Yard, Empty Container Yard, Container Freight Station (CFS), area reefer, fasilitas pemeriksaan fisik terpadu, trestle, piperack, serta berbagai sarana pendukung lainnya,” ungkapnya.
Fasilitas tersebut didukung peralatan bongkar muat modern seperti Harbour Mobile Crane (HMC), Quay Container Crane (QCC), reach stacker, forklift, head truck, chassis, conveyor, hopper, grab, dan bucket yang memungkinkan pelayanan petikemas, curah cair, curah kering, maupun general cargo dilakukan secara efisien dan produktif.
Ocean Week yang berkesempatan melihat langsung terminal Kijing pada Kamis (13/8), melihat sedang ada kapal Port Alfred memuat sebanyak 28 ribuan Ton Alumina tujuan Inalum Kuala Tanjung Sumatera Utara (Sumut).
Selain itu, terlihat pula tumpukan petikemas yang berada di CY terminal Kijing.
Menurut Kalbar Yanto, kegiatan kapal petikemas sejak launching pada Juni lalu, hingga saat ini sudah cukup banyak dan terus tumbuh. “Volume petikemas sudah 1200 TEUs lebih sampai sekarang,” ujarnya.
Siang itu, panas terik mentari cukup terasa menusuk badan. Di dermaga non petikemas, tampak juga beberapa kapal kargo sedang bongkar muat (Bauksit, Batubara, Alumina dan Biji Sawit atau Kernel) yang dioperasikan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP).

Branch Manager PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Cabang Pontianak, Suwanda menambahkan bahwa fasilitas dan peralatan Terminal Kijing akan terus dikembangkan kedepannya seiring dengan tumbuhnya arus kargo melalui pelabuhan tersebut.
“Kami terus berusaha untuk menarik pasar ke Kijing, dan kami juga selalu berupaya memberikan service terbaik buat pelanggan dan pengguna jasa disini,” kata Suwanda ditengah acara Sosialisasi Safety Driving kepada para sopir dan TKBM yang diselenggarakan oleh PTP.
Untuk diketahui, data PTP Cabang Pontianak Kalbar mencatat, selama Januari s/d Juni 2026, Terminal Kijing telah melayani sebanyak 3.277.985 Ton kargo non petikemas dengan rincian General Cargo 25.955 Ton, Bag Cargo 66.936 Ton, Curah Cair 1.300.872 Ton, dan Curah Kering 1.884.222 Ton.
Capaian selama semester I Tahun 2026 itu naik 88,25% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 1.741.367 Ton yang berasal dari General Cargo 1.385 Ton, Bag Cargo 51.429 Ton, Curah Cair 732.979 Ton dan Curah Kering 955.574 Ton.
Suwanda berharap, kedepan pelabuhan Kijing bisa menjadi alternatif pilihan pelayaran dan pemilik barang untuk menggunakan aktivitasnya melalui pelabuhan yang terletak di kabupaten Mempawah Kalbar ini. (***)































