Di tengah Di dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan ketidakpastian global yang memengaruhi sektor pelayaran dan perdagangan dunia, Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menilai konsolidasi organisasi, meningkatkan tata kelola dan
penguatan sinergi dengan pemerintah menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing industri pelayaran nasional.
Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP INSA Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi dan Sinergi INSA Menghadapi Tantangan dan
Dinamika Geopolitik Global”, yang berlangsung di Bali (7/8).
Rakernas INSA Tahun 2026 menghasilkan dua ketetapan strategis yang menjadi landasan arah organisasi untuk periode 2026–2028, yaitu ketetapan tentang Penguatan Tata Kelola
Organisasi, Transformasi Digital dan Program Prioritas INSA Periode 2026–2028, serta Ketetapan tentang Usulan Penyempurnaan Anggaran Dasar dan/atau Anggaran Rumah Tangga INSA sebagai bahan Rapat Umum Anggota (RUA) INSA Tahun 2028.
Kedua ketetapan tersebut menjadi wujud konkret komitmen INSA untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, modern, solid, dan mampu merespons perkembangan industri serta perubahan lingkungan strategis secara lebih cepat dan terarah.
Acara Rakernas dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut RI Muhammad Masyhud yang mewakili Menteri Perhubungan RI, bersama dengan Wakil Menteri Luar Negeri
RI Arif Havas Oegroseno.
Rangkaian kegiatan mempertemukan jajaran DPP dan DPC INSA untuk melakukan evaluasi kinerja organisasi sejak tahun 2024 – 2026 (Mid), konsolidasi, serta merumuskan arah dan program strategis organisasi ke depan.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, dinamika geopolitik global saat ini menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi industri pelayaran nasional.
Menurut dia, dunia usaha kini memasuki era new normal of uncertainty, di mana
ketidakpastian bukan lagi kondisi yang bersifat sementara, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika bisnis yang harus dihadapi setiap hari.
“Karena ketidakpastian tersebut, maka yang dibutuhkan hari ini bukan hanya kemampuan mengelola bisnis, tetapi juga kemampuan merespons situasi dengan cepat,” kata Carmelita.
Meski demikian, Carmelita menegaskan bahwa kondisi tersebut 0dak boleh membuat pelaku usaha pesimis. Sebaliknya, tantangan global harus menjadi momentum untuk memperkuat
daya saing industri pelayaran nasional melalui kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Carmelita, semangat tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap penguatan sektor maritim nasional. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah masih
dominannya kapal berbendera asing dalam kegiatan ekspor dan impor Indonesia.
“Ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah kita masih besar. Program Beyond Cabotage yang selama ini terus diperjuangkan INSA, harus terus didorong agar dapat diimplementasikan
secara konsisten. Namun, upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada seluruh Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) INSA, Carmelita mengajak seluruh jajaran organisasi untuk terus menjaga soliditas dan
memperkuat komunikasi di tengah dinamika global yang terus berubah.
Dia menilai, peran INSA saat ini semakin luas, tidak hanya memperjuangkan kepentingan pelayaran nasional, tetapi juga aktif memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan strategis di sektor logistik, keselamatan pelayaran, pengembangan industri maritim, hingga
wisata bahari.
Sesuai Amanat
Sementara itu, Sekretaris Umum DPP INSA Darmansyah Tanamas menjelaskan, Rakernas DPP INSA Tahun
2026 diselenggarakan sesuai amanat AD/ART INSA 2023 Pasal 14 ayat (1) dan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 94/INSA/IV/2026 tentang Penyelenggaraan dan Pembentukan Panitia Pengarah, Panitia Penyelenggara, dan Panitia Pelaksana Rakernas DPP INSA Tahun 2026.

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembahasan serta memastikan kesiapan materi Rapat, pelaksanaan Rakernas dilakukan dalam dua tahapan, yakni Pra-Rakernas dan
Rakernas, yang merupakan satu kesatuan.
Sejak memulai tahapannya, panitia telah
melakukan proses verifikasi, klasifikasi, dan pemetaan berbagai isu strategis yang kemudian diperdalam melalui Pra-Rakernas yang telah diselenggarakan pada tanggal 14 Juli 2026 secara
hybrid di Jakarta.
Berbagai masukan dari DPC, kelompok kerja, dan pengurus DPP yang dihimpun dalam tahapan tersebut menjadi dasar penyusunan agenda dan rekomendasi
strategis yang dibahas dalam Rakernas 2026.
“Seluruh tahapan Rakernas diterapkan agar lebih efektif dan partisipatif. Melalui Pra rakernas, kami menghimpun berbagai masukan dari DPC, kelompok kerja, dan pengurus DPP sehingga pembahasan pada Rakernas dapat lebih fokus dan menghasilkan rekomendasi yang implementatif,”ujar Darmansyah.
Pada rangkaian Rakernas INSA 2026, turut dihadirkan dua sesi talk show strategis yang mempertemukan unsur pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan industri untuk membahas dinamika geopolitik global serta dampaknya terhadap industri pelayaran nasional.
Talk show Sesi 1 mengangkat tema “Kebijakan Pemerintah dalam Menghadapi Tantangan dan Dinamika Geopolitik Global”, dengan menghadirkan perspektif dari Kementerian Luar Negeri
RI, dan Kementerian Perhubungan RI.
Sesi ini memberikan insight terkini mengenai perkembangan geopolitik global, arah kebijakan pemerintah, serta langkah antisipatif yang perlu dipersiapkan oleh industri pelayaran, khususnya bagi perusahaan pelayaran nasional yang memiliki aktivitas dan konektivitas internasional.
Selanjutnya, Talk show Sesi 2 mengangkat tema “Sinergi Pelaku Usaha Menghadapi Dinamika Geopolitik Global”, dengan menghadirkan perspektif Kementerian Perindustrian RI, perbankan, industri galangan kapal, serta praktisi maritim internasional.
Sesi ini membahas bagaimana pelaku usaha dapat memperkuat kolaborasi, mengantisipasi risiko dan tekanan
global, serta membangun solusi yang adaptif untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing industri pelayaran nasional.
Melalui kedua sesi tersebut, Rakernas INSA 2026 diharapkan tidak hanya memberikan insight yang aktual mengenai perkembangan geopolitik global, tetapi juga menghadirkan kiat,
strategi, dan solusi konkret bagi pelayaran nasional dalam menghadapi perubahan lingkungan usaha, menjaga ketahanan industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem
maritim global.
Menutup pelaksanaan Rakernas, Carmelita berharap seluruh keputusan yang dihasilkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata demi
memperkuat peran INSA dan meningkatkan daya saing industri pelayaran nasional.
“Keputusan yang kita hasilkan hari ini harus menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi seluruh anggota INSA dan kemajuan industri pelayaran nasional,” kata Carmelita. (***)































