Kapal-kapal yang dihandle PT Pelayaran Tresnamuda Sejati di pelabuhan Tanjung Emas adalah kapal internasional tujuan Indonesia-Taiwan-Philipina, dan Indonesia-Port Klang-India.
“Kami (Tresnamuda Sejati) mengageni dua service direct internasional dari TPKS yakni TPI Service (Taiwan Philipina Indonesia) dengan rute Taiwan-Honkong-China, dan CS2 Service dengan rute Malysia-Portklang-India,” ujar Yudi Purwanto, Manager Operasi PT Tresna Muda Sejati (TMS) Cabang Semarang, kepada Ocean Week, di Semarang, Jumat.
Menurut Yudi, dari dua service tersebut, TMS per tahun mampu berkontribusi sekitar 80 ribu TEUs di terminal petikemas Semarang.
Yudi optimis, dengan banyaknya industri yang tumbuh di Jawa Tengah, apalagi dengan berproduksinya industri-industri di kawasan Batang Jawa Tengah dan di kawasan Kendal, akan bisa lebih besar lagi kargo yang ditangani TMS.
Saat ditanya mengenai layanan di terminal petikemas Semarang, Yudi menyampaikan bahwa service sudah bagus.
“Manajemen Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) cukup responsif dan secara umum saat ini pelayanan terhadap perusahaan pelayaran sudah baik,” ungkapnya.
Shipping Line mengapresiasi rencana penambahan 4 unit alat bongkar muat peti kemas (quay container crane/QCC) yang akan datang di TPKS pada tahun ini.
“Dengan penambahan alat tersebut diharapkan layanan bongkar muat petikemas di TPKS semakin cepat dan efisien,” ujarnya.
Saat ini, kata Yudi, kegiatan kapal di TPKS cukup padat, terutama pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sehingga waiting time kapal sedikit lebih lama dari biasanya.
“Namun Kapal yang nunggu (delay) pada minggu ini akan tetap terlayani minggu berikutnya, karena kondisi TPKS sedang padat,” ungkapnya.
Dia berharap, kepadatan dan delay kapal yang masuk ke TPKS bisa segera teratasi. (***)





























